alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Bangsa

30 Maret 2019, 10: 23: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

Sri Ningsih; Guru SMA 2 Bae, Kudus

Sri Ningsih; Guru SMA 2 Bae, Kudus (dok pribadi)

Share this      

PRAMUKA (Praja Muda Karana) yang mempunyai arti jiwa muda yang suka berkarya adalah proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda. Di bawah tanggung jawab anggota dewasa, yang dilakukan di luar lingkungan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu. (Permendikbud No. 63 Tahun 2014). Gerakan pramuka di Indonesia lahir pada 14 Agustus 1961. Sejak saat itulah 14 Agustus dikenal dengan Hari Pramuka.

Pada dasarnya kegiatan kepramukaan memiliki tujuan untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada dalam dirinya. Baik intelektual, spiritual, dan fisik. Tujuan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: pertama, membentuk karakter/kepribadian dan akhlak mulia bagi generasi muda. Kedua, menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa di dalam diri generasi muda. Ketiga, menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan para generasi muda, sehingga menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Dalam pelaksanaannya kegiatan pramuka harus berlandaskan pada prinsip-prinsip. Pertama, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, rasa peduli akan tanah air dan bangsa, sesama manusia, dan alam sekitarnya. Ketiga, rasa peduli dan tanggung jawab pada diri sendiri. Keempat, patuh dan taat pada kode kehormatan (Trisatya dan Dasadarma).

Baca juga: Kenalkan Produk Terbaru, Hino Gelar Road Test Bus RN 285 dan FC 190

Sejalan dengan tujuan dan prinsip-prinsip tersebut, pramuka dinilai dapat dijadikan wadah dalam pembentukan karakter bangsa. Untuk itu, pramuka merupakan ektrakurikuler wajib pada Kurikulum 2013 (Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010).

Dalam pelaksanaannya, ekstrakurikuler pramuka dapat dibedakan menjadi tiga sistem. Pertama, sistem blok. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada awal peserta didik masuk di satuan pendidikan.

Kedua, sistem aktualisasi. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan dengan mengaktualisasikan kompetensi dasar mata pelajaran yang relevan. Ketiga, sistem regular. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada Gugus Depan (Gudep) yang ada pada satuan pendidikan dan merupakan kegiatan pendidikan kepramukaan secara utuh. Ketiga sistem pramuka pada satuan pendidikan dalam pelaksanaannya dapat mengacu pada Permendikbud No. 63 Tahun 2014.

Keterampilan-keterampilan yang terdapat dalam pendidikan pramuka dapat diterapkan pada semua aspek kehidupan. Keterampilan pramuka tersebut meliputi baris-berbaris, membaca sandi, kompas dan peta, pioneering, menaksir, mempelajari cuaca, permainan, olah raga, hiking, teknik diskusi dan seminar, kepemimpinan, pengabdian masyarakat dan lain-lain. Keterampilan-keterampilan tersebut dalam kepramukaan dapat dijadikan wadah pembentukan karakter peserta didik yang kelak dapat bermasyarakat dalam kehidupan berbangsa.

Pendidikan karakter (character education) merupakan suatu sistem pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Berbekal keterampilan yang didapat dari ekstrakurikuler pramuka, banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak pramuka terjun kemasyarakat dan bergabung dengan banyak elemen masyarakat.

Pada saat menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri, bersama Polri dan petugas kesehatan pramuka ikut andil dalam mengamankan arus mudik dan arus balik. Pramuka juga sering dijumpai bersama dengan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR ikut memberi pertolongan bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam (banjir, lanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain).

Tak hanya itu pramuka sering juga melakukan kegiatan bakti sosial: pasar murah, santunan kepada yatim piatu, membersihkan lingkungan, dan lain-lain. Dari kesimpulan itu, pramuka dapat dipergunakan sebagai pembentukan karakter bangsa. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya