Minggu, 26 May 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Bupati Usulkan Blora-Ngawi Jadi Jalan Provinsi

28 Maret 2019, 12: 03: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

WADUL: Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan unek-uneknya di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Karesidenan Pati kemarin.

WADUL: Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan unek-uneknya di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Karesidenan Pati kemarin. (HUMAS PEMKAB BLORA FOR RADAR KUDUS)

BLORA - Bupati Blora, Djoko Nugroho hadir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Karesidenan Pati dimanfaatkan menyampaikan unek-uneknya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mulai peningkatan infrastruktur Jalan Blora-Ngawi, data kemiskinan hingga percepatan pembangunan Bandara Ngloram.

Bupati Blora, Djoko Nugroho menyampaikan sepuluh usulan pembangunan yang kesemuanya adalah perbaikan infrastruktur jalan. Khusus jalan Blora-Randublatung tembus Ngawi, agar bisa ditingkatkan menjadi jalan provinsi. Pertimbangannya, karena seiring dengan beroperasinya jalan tol Jakarta-Surabaya lewat Ngawi, banyak warga yang memilih lewat tol untuk ke Surabaya maupun Jakarta. “Ini agar akses jalan semakin lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi Blora selatan,” ucap Bupati Djoko Nugroho.

Begitu juga Jalan Jepon-Bogorejo-Jambetelu diusulkan untuk ditingkatkan dari jalan Kabupaten menjadi jalan Provinsi karena jalur tersebut merupakan penghubung dua Kabupaten di dua Provinsi, yakni Blora Jateng menuju Tuban Jatim.

Selain infrastruktur jalan, bupati juga meminta dukungan percepatan pembangunan Bandara Ngloram yang tahun ini mulai dilakukan. Sedangkan pembangunan jembatan Bengawan Solo di Medalem saat ini sedang pembuatan Detail Engineering Design (DED), pembangunannya akan dilaksanakan tahun depan oleh Pemkab Bojonegoro.

“Jika seluruh jalan bisa terbangun baik, maka akses perekonomian masyarakat membaik. Sehingga kemiskinan bisa ditekan. Khusus kemiskinan ini, kami sudah petakan 46 desa desa miskin yang butuh intervensi. Mohon izin Pak Gubernur untuk bantuan 813 bedah RTLH akan kami fokuskan ke desa desa miskin saja agar progresnya kelihatan,” lanjutnya.

Selanjutnya, bupati minta izin kepada Gubernur agar bisa diberi kemudahan untuk melakukan pendataan ulang PKH karena saat ini banyak yang tidak tepat sasaran. “Masih banyaknya program bantuan PKH yang tidak tepat sasaran, untuk mengubah itu ternyata kami kesulitan. Mohon bantuannya Pak Gubernur agar bisa secepatnya kita ubah database nya,” terangnya.

Mendengar usulan bupati, Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Sekda Jateng dan seluruh Kepala OPD Provinsi Jawa Tengah, langsung memberikan respons positifnya. “Perbaikan infrastruktur jalan memang sangat perlu dilakukan. Kami akan dukung terus. Randublatung-Getas sudah kita anggarkan tahun ini. Ke depan kita usulkan kembali lanjutannya,” ucap Gubernur.

Soal kemiskinan, Gubernur yang akrab disapa Mas Ganjar ini mengapresiasi Bupati Blora yang telah memetakan desa desa miskin menjadi beberapa prioritas penanggulangan. “Ini langkah yang bagus. Kita akan dukung, tidak hanya dari APBD saja, coba nanti kita carikan dari CSR. Adanya Baznas di masing masing kabupaten, tolong juga dimaksimalkan untuk ngroyok kemiskinan,” lanjutnya.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia