Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ini Perlunya Siswa Diajari Unggah-ungguh dengan Kearifan Lokal

27 Maret 2019, 07: 55: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

TARI BATIK: Tari batik dan seni budaya Kudus lainnya dikenalkan kepada siswa agar perilaku tradisional dan etika tertanam dalam diri siswa. 

TARI BATIK: Tari batik dan seni budaya Kudus lainnya dikenalkan kepada siswa agar perilaku tradisional dan etika tertanam dalam diri siswa.  (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

BAE – Peningkatan mutu pendidikan kini mulai menekankan kearifan lokal. Maka seni budaya yang ada di daerah perlu diperkenalkan pada siswa. Sebab di dalam kearifan lokal mengandung nilai-nilai etika dan perilaku tradisional yang baik ditiru siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, mendidik karakter siswa memang dibutuhkan budaya lokal. Misalnya di dalam budaya Jawa, ada tata krama berbicara. Kemudian tingkah laku yang menghargai orang dan  budaya gotong royong. Kalau dihilangkan, maka karakter yang terbentuk rasa tepo seliro dan unggah ungguhnya mungkin tidak ada.

”Saya bangga sebagai orang Jawa. Apalagi hidup di Kudus yang kearifan lokalnya masih dijunjung tinggi,” terangnya saat mengisi acara seminar di gedung Rektorat Lantai IV Universitas Muria Kudus (UMK) Senin (25/3) kemarin.

Dia juga mengatakan, pendidikan harus mampu menjadi spirit agar bisa lebih baik lagi. Untuk itu, pendidikan yang ada harus memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam banyak aspek. Mulai dari aspek ekonomi, seni, budaya, sumber daya manusia, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lainnya.

Komponen tersebut dimasukkan dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Agar dapat dimanfaatkan untuk bersaing di tingkat global.

”Ketika pendidikan berbasis kearifan lokal, maka diharapkan bermanfaat dalam pembangunan di masyarakat. Karena, terjun di masyarakat jelas harus memahami nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing,” terangnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia