Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Role Playing Mudahkan Belajar Tingkat Tutur

27 Maret 2019, 07: 32: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

Lina Handayani, S.Pd.; SMP 3 Bae, Kudus

Lina Handayani, S.Pd.; SMP 3 Bae, Kudus (dok pribadi)

Share this      

PENDIDIKAN karakter menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Kontribusinya diyakini cukup besar dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa untuk menyongsong era milenial saat ini. Terkait itu, maka bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib di Jawa Tengah, memiliki andil tersendiri dalam pencanangan pendidikan karakter. Mengingat bahasa Jawa memiliki pola tersendiri dibandingkan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya. Pembeda yang sangat kentara yakni pada  tingkat tutur yang terdapat didalam bahasa itu sendiri sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dimana tingkat tutur itu sendiri dimakanai sebagai variasi bahasa yang perbedaan antar tingkat satu dengan yang lainnya ditentukan oleh perbedaan kesopanan penutur terhadap mitra tutur (Poedjasoedarma, 1979: 3).

Maka mempelajari tingkat tutur dalam berbahasa Jawa menjadi sangat penting. Tujuannya untuk mewujudkan tercapainya pendidikan berbasis karakter. Akan tetapi praktik di lapangan tak semudah yang dibayangkan, karena fakta di sekolah, peserta didik masih kesulitan untuk belajar dan praktik berbahasa Jawa aktif sesuai tingkat tutur yang benar. Rata-rata dari peserta didik belum tepat dalam menggunakan ragam basa sesuai tingkat tuturnya. Mengingat ragam tingkat tutur terdiri dari ragam ngoko, ragam madya, dan ragam krama. Semuanya memiliki ciri dan tingkat kesopanan yang berbeda ketika bertutur dengan mitra tuturnya. Karena itulah biasanya peserta didik kesulitan untuk menerapkannya dalam berkomunikasi sehari-hari.

Fakta-fakta tersebut menjadikan pembelajaran pada materi tingkat tutur bahasa Jawa (unggah-ungguh basa) menjadi abstrak untuk diajarkan kepada siswa. Sebab siswa masih memiliki anggapan bahwa materi tersebut sukar untuk dipelajari dan dipraktikkan. Hal ini menjadi ganjalan besar untuk belajar tingkat tutur secara efektif. Oleh karenanya pemilihan metode belajar yang tepat dan menyenangkan yakni kunci untuk menyukseskan pembelajaran tingkat tutur bahasa Jawa di lingkungan sekolah.

Role Playing sebagai metode pembelajaran bisa diterapkan pada materi tingkat tutur bahasa Jawa. Karena menurut Jill Hadfileld metode pembelajaran role playing merupakan salah satu permainan gerak yang di dalamnya terdapat aturan, tujuan dan sekaligus melibatkan unsur bahagia. Dalam bermain peran siswa mesti diarahkan pada situasi tertentu seakan-akan berada diluar kelas, meskipun kenyataannya pada saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Selain itu model pembelajaran role playing tak jarang dimaksudkan sebagai salah satu bentuk aktivitas peserta didik membayangkan dirinya seakan-akan berada di luar kelas dan berperan sebagai orang lain (Basri Syamsu, 2000).

Menggunakan dasar teori itulah maka peserta didik Kelas IX di SMP 3 Bae mempraktikkan metode pembelajaran role playing pada saat belajar materi tingkat tutur bahasa Jawa (unggah-ungguh basa). Pembelajaran diawali dengan membagi kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang pada tiap kelompoknya. Kedua peserta didik bersama guru menentukan tema belajar. Kemudian menyusun serta menyiapkan skenario belajar. Langkah ketiga peserta didik menentukan perannya dalam dialog sesuai dengan tema belajar. Kemudian peserta didik dalam tim membuat dialog sesuai dengan perannya dan menggunakan tingkat tutur yang tepat. Langkah ke-5 peserta didik praktik di depan kelas untuk mempresentasikan dialog yang telah dibuat. Lalu peserta didik bersama guru memberikan simpulan terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Terakhir peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran.

Penerapan metode role playing di SMP 3 Bae ternyata bisa memudahkan siswanya untuk mempelajari materi tingkat tutur secara konkret. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran tersebut melibatkan peran siswa dalam pembelajaran secara aktif. Selain itu juga proses belajar yang menyenangkan akan membangun atmosfir tersendiri dalam pembelajaran, sehingga belajar tingkat tutur terasa mudah dan efektif. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia