Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Cuaca Buruk di Hari Pertama UNBK Bikin Siswa Waswas

26 Maret 2019, 11: 55: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

BERJALAN LANCAR: Peserta UNBK di SMK Wisudha Karya serius mengerjakan soal di ruangan ujian kemarin.

BERJALAN LANCAR: Peserta UNBK di SMK Wisudha Karya serius mengerjakan soal di ruangan ujian kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

 KUDUS  – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK hari pertama dimulai kemarin (25/3). Namun, beberapa sekolah merasakan cemas tatkala cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan. Dikhawatirkan tiba-tiba terjadi pemadaman listrik.

Walaupun masing-masing sekolah sudah menyiapkan jenset, tapi rasa khawatir yang dirasakan kepala sekolah dan guru lainnya tetap ada. Mereka juga memikirkan para siswanya yang rumahnya jauh dari sekolah.

Seperti yang dirasakan Kepala SMK Wisudha Karya Fakhrudin. Dia mengatakan, sekolahnya sudah ada jenset kapasitas 2.250 KVA. Jika listrik padam, masih bisa tersalurkan dengan alat tersebut. Tapi, yang menjadi kecemasan lain, siswa peserta ujian, jika terjadi hujan lebat bisa dipastikan datang ke sekolah terlambat. Padahal untuk mengerjakan ujian ini, waktunya sudah di-setting secara otomatis.

”Sejak pagi saya sudah mulai khawatir. Apalagi Minggu pagi sampai sore hujan lebat. Ini tadi cuaca mendung di pagi hari. Jadi kami cemas. Untungnya perlahan langit berubah cerah hingga pelaksanaan ujian sesi pertama berlangsung dengan kelegaan. Kami terus berdoa supaya sampai sesi ketiga lancar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jumlah siswa yang ikut ujian ini, ada 576 peserta dari tujuh kompetensi keahlian. Dengan jumlah siswa tersebut, sekolah ini menggunakan tujuh ruang dengan pelaksanaan tiga sesi. Hari pertama kemarin, menggelar ujian mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia.

Dia menambahkan, sampai pergantian sesi kedua kemarin cukup lancar. Namun, ada beberapa mapel yang rawan terjadi kesalahan-kesalahan soal, seperti tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya bahasa Inggris dan teori kejuruan.

”Ya, intinya soal-soal bergambar bisa terbalik-balik dengan soal lain. Jadi, perlu kecermatan. Mudah-mudahan sampai selesai nantinya ujian berjalan lancar,” terangnya.

Dia mengakui, sejak adanya sinkronisasi Minggu (24/3) lalu, pelaksanaan jadi lebih mudah. Siswa juga mendapatkan token sesuai jadwal, sehingga pengerjaan soal-soal UNBK bisa lebih cepat. Sampai saat ini, belum ada laporan terjadi masalah atau teknis dalam UNBK.

”Kami merasa, Kemendikbud terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas. Baik itu server atau lainnya, agar UNBK berjalan lebih lancar,” terangnya.

Sementara itu, M. Rama Nanda, salah satu siswa jurusan teknik instalasi tenaga listrik (TITL), menyampaikan, pelajaran pertama yang dikerjakannya bahasa Indonesia. Menurutnya, kesulitan soalnya wajar dan tidak ada kendala waktu saat mengerjakan.

”Hari pertama belum ada kendala. Kami mengerjakan soal mulai pukul 07.30 dan selesai sebelum pukul 09.30. Semuanya lancar,” kata Rama.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah (Jateng) Wilayah III Sunoto saat memantau pelaksanaan UNBK di SMK Assa’idiyyah 2 Kudus dan SMK PGRI 2 Kaliwungu kemarin, menyampaikan, pelaksanaan UNBK di Kudus terpantau lancar. Ia juga tidak menerima laporan kendala pelaksanaan UNBK di hari pertama.

”Semoga selanjutnya juga lancar sampai hari terakhir nanti. Di Kudus belum ada laporan siswa yang sakit, sehingga butuh pendampingan khusus. Yang saya tahu dari Pati ada satu siswa yang sakit, karena kecelakaan jelang ujian. Tapi, bisa mengerjakan dengan didampingi pengawas,” ungkapnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia