Selasa, 17 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Menumbuhkan Karakter Siswa melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

26 Maret 2019, 11: 26: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

Dra Eny Azizah; Guru SMAN 1 Kudus

Dra Eny Azizah; Guru SMAN 1 Kudus (dok pribadi)

Share this      

KEGIATAN ekstrakurikuler (ekskul) merupakan wadah dan kegiatan bagi anak sekolah yang sangat ditunggu. Mengapa? Karena di sana anak sekolah akan belajar banyak dari mulai organisasi sampai menyalurkan bakat mereka yang harus terus menerus diasah.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa baik kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotor. Selain itu, untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif. Tujuan kegiatan ekskul memberikan gambaran bagaimana karakter siswa dibangun secara baik.

Kegiatan ekskul juga memiliki beberapa fungsi, yaitu mengembangkan kemampuan dan kreativitas pelajar sesuai dengan potensi, bakat, dan minat. Ekskul juga memiliki fungsi sosial, yakni untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial siswa.

Juga untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan bagi siswa yang menunjang proses perkembangannya. Pada akhirnya, kegiatan ini berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir siswa.

Dengan adanya kegiatan ekskul di sekolah diharapkan sekolah mampu membentuk karakter siswa sesuai dengan bakat dan minat siswa itu sendiri. Karakter bisa digambarkan sebagai sifat manusia pada umumnya, di mana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri.

Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan, walaupun dasar dari pendidikan karakter adalah dari keluarga. Kalau seorang anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, anak tersebut akan berkarakter baik. Jadi, pendidikan karakter atau budi pekerti plus adalah suatu yang urgen untuk dilakukan. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter.

Jika kita peduli akan peningkatan mutu lulusan siswa, maka kita sebagai pendidik dan orang tua hendaknya senantiasa mengaplikasikan pendidikan karakter siswa di situasi apapun, di manapun, dan kapanpun siswa berada. Tanpa pendidikan karakter adalah usaha yang sia-sia untuk memajukan kualitas anak bangsa sebagai penerus bangsa.

Sebagai contoh, melalui kegiatan ekskul pramuka di sekolah, siswa belajar menjadi seorang pemimpin di hadapan teman-temannya dan guru-gurunya. Siswa juga disibukkan dengan perkemahan, baris berbaris, gotong royong mendirikan tenda, pentas seni api unggun, uji nyali, dan ketangkasan. Kegiatan ini, dilaksanakan agar siswa dilatih untuk memiliki sikap disiplin, kemampuan kerja sama, mandiri, serta bertanggung jawab.

Contoh lain kegiatan ekskul Palah Merah Remaja (PMR). Dalam kegiatan ini, siswa dilatih kepekaannya untuk menolong sesama, seperti menolong seseeorang yang mengalami kecelakaan sebelum dibawa ke dokter atau rumah sakit, memecahkan persoalan, menentukan pencegahan, dan pengobatan suatu kasus penyakit tertentu, dan kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dasar hukum mengenai hal itu, terdapat dalam UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat (3) yang berbunyi ”Pemerintah mengusahakan dan menyelesaikan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Selain itu, dalam Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, disebutkan tujuan pembinaan kesiswaan antara lain menyiapkan siswa agar menjadi warga yang berakhlak mulia, demokratis, dan menghormati hak-hak asasi dalam rangka mewujudkan masyarakat madani.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa kegiatan ekskul yang merupakan bagian dari upaya melahirkan pribadi yang tak hanya cerdas, tetapi berkarakter baik. Juga memiliki peran yang penting dalam menumbuhkan karakter siswa.

Melalui ekskul, siswa dapat menumbuhkan sikap cinta Tuhan, tanggung jawab, toleransi, rela berkorban, displin, menghargai sesama, gotong royong, dan sebagainya. Diharapkan siswa menyadari pentingya kegiatan ekskul, sehingga dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik demi menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Juga diharapkan pihak sekolah mampu menyadari peran ekskul demi menumbuhkan karakter siswa dengan mengadakan berbagai ekskul yang mendukung perkembangan siswa. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia