Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pati

BPOM Ajak Warga Pastikan Obat dan Makanan dengan Cek Klik

26 Maret 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DISOSIALISASIKAN: Badan POM memberikan pemahaman tentang pengawasan obat dan makanan kepada ratusan warga di gedung KPRI Juwana, Sabtu (23/3) kemarin.

DISOSIALISASIKAN: Badan POM memberikan pemahaman tentang pengawasan obat dan makanan kepada ratusan warga di gedung KPRI Juwana, Sabtu (23/3) kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas. Pada kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan terpercaya melalui website BPOM, ratusan warga Juwana dan sekitarnya menerima pengetahuan dan pengawasan tentang obat dan makanan.

Kepala Bidang Sistem Informasi pada Pusat Data Informasi Obat dan Makanan BPOM Arief Dwi Putranto menuturkan, banyaknya produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat harus dicek dengan teliti. Sebab penyalahgunaan obat dan makanan bisa saja terjadi. Dengan sosialisasi KIE obat dan makanan, pihaknya mengajak masyarakat mengecek sebelum membeli.

“Konsumen cerdas itu pasti mengecek kemasan, label, izin edar, hingga mengecek kadaluwarsa yang ada di kemasan produk. Pengecekan tersebut dilakukan sebelum membeli produk obat dan makanan,” katanya dihadapan ratusan warga di Gedung KPRI Juwana kemarin.

Menurutnya, BPOM tak dapat mengecek semua produk. Sehingga masyarakat harus ikut aktif mengecek produk sebelum dikonsumsi. Terlebih ibu rumah tangga yang kerap membeli produk makanan dan obat untuk keluarganya bisa turut mengawasi.

“Sangat penting mengecek produk. Mulai dari kemasannya tidak boleh rusak. Untuk produk kaleng tidak boleh gembung karena disebabkan bakteri. Produk juga harus memiliki izin edar yang sesuai bisa dicek di website www.pom.go.id hingga cek tanggal kedaluwarsa makanan. Jika menemukan kejanggalan dengan produk yang akan dibeli bisa melaporkan di nomor telepon BPOM di 1500533,” tegasnya.

Selain tentang pengawasan obat dan makanan melalui website, pada kegiatan itu juga dihadiri Kabid Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Semarang, Sri Murtiah tentang obat tradisional. Serta dihadiri anggota DPR RI Sumarjati Arjoso yang memberikan pemahaman tentang kesehatan.

“Masih banyak warga yang belum mengetahui tentang BPOM. Untuk itu kegiatan sosialiasi tentang BPOM harus sering dilakukan. Mengingat banyak obat dan makanan berbahaya yang beredar di pasaran,” ucap Sumarjati. 

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia