Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Belasan Rumah di Kedungmalang Hancur Diterjang Puting Beliung

25 Maret 2019, 14: 30: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

HANCUR: Warga Kedungmalang memeriksa salah satu rumah yang terdampak puting beliung kemarin.

HANCUR: Warga Kedungmalang memeriksa salah satu rumah yang terdampak puting beliung kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

JEPARA - Angin puting beliung menerpa Desa Kedungmalang, Kedung, Jepara, Sabtu (23/3) malam. Sebanyak 12 rumah atapnya hancur. Beberapa teras rumah warga terangkat. Rusak. Sementara delapan orang mengalami luka. Sebanyak 10 rumah di RT 6/RW 3 porak-poranda. Dua rumah di RT 5/RW 3.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, Desa Kedungmalang ini berada di dekat laut. Lokasi paling parah berada di RT 6/RW 3. Atap beberapa rumah hancur. Bahkan ada beberapa teras terangkat karena tersapu angin.

Berdasarkan keterangan warga, kejadian mulai sekitar pukul 21.00 kemarin malam. Diawali dengan suara gemuruh seperti helikopter. Kemudian tampak angin berputar dari arah laut. Saat itu warga setempat sedang beristirahat di dalam rumah.

”Kondisi (desa Kedungmalang,Red) malam itu masih ramai. Masih ada kendaraan lalu-lalang. Kalau suara gemuruhnya itu terdengar dari arah barat daya kemudian angin muser warna putih gitu. Terus ujug-ujug (tiba-tiba) genteng-genteng terangkat,” kata Nur Soleh, salah satu warga.

Karena terkena angin, kondisi atap belakang rumahnya sudah amblong. Kemudian atap teras rumah juga terangkat angin. Ia menaksir mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.

Fahmi, warga lainnya mengatakan melihat pusaran angin yang lewat di jalan sekitar perkampungan malam itu. ”Saya keluar ketika warga sedang ribut berteriak. Ketika keluar saya lihat pusaran besar setelah itu bercampur hujan. Kalau tingginya (angin, puting beliung,Red) saya kurang tahu. Yang jelas lebar diameternya melebihi atap ini,” katanya sembari menunjukkan atap rumah berukuran sekitar 5x5 meter.

Melihat kejadian itu para warga sontak panik dan berfokus menyelamatkan diri. Ada yang berbencar berlarian. Ada juga yang memilih berlindung di dalam rumah. Listrik malam itu juga sempat padam.

”Kalau saya malam itu memilih di dalam rumah,” imbuhnya.

Musibah seperti ini tidak terjadi kali ini saja. Sekitar tiga bulan lalu juga terjadi hal serupa. Tetapi tidak separah kali ini. ”Kemarin (tiga bulan lalu,Red) juga pernah ada angin besar. Tapi tidak puting beliung. Hanya badai dari arah Timur. Tidak sampai menyerang rumah, hanya gubug-gubug gudang garam saja,” ujar Nur Soleh

Ia menambahkan sebagian warga ada yang mengungsi, sebagian juga ada yang menetap. ”Tadi pagi (kemarin,Red) sudah ada tentara, polisi, SAR, ke sini bersih-bersih bersama,” manambahkan.

Arwin, kepala BPBD Jepara mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan. Dengan melakukan asesmen dan memberikan bantuan kebutuhan dasar. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia