Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Ribuan Personel Dikerahkan Mengamankan Kericuhan Pemilu 2019

23 Maret 2019, 13: 39: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

BENTROK: Ratusan personel Polres Pati melaksanakan simulasi pengamanan pemilu 2019 di halaman Stadion Joyokusumo kemarin.

BENTROK: Ratusan personel Polres Pati melaksanakan simulasi pengamanan pemilu 2019 di halaman Stadion Joyokusumo kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Potensi kericuhan pada pelaksanaan pemilu 17 April mendatang diantisipasi oleh Polres Pati. Ribuan personel mulai disiagakan. Bahkan Polres Pati telah melakukan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) 2019 di halaman Stadion Joyokusumo kemarin. Personel melakukan simulasi penanganan kericuhan.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menuturkan simulasi sispamkota tersebut sebagai wujud memperlihatkan kesiapan anggota apabila dalam tahapan pemilu nanti terjadi hal tak diinginkan. Baik sebelum, saat pelaksanaan, dan pascapemilu nanti ada yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara.

“Semua tahapan sudah kami laksanakan sesuai protap undang-undang. Selain itu kami telah memetakan kerawanan pada pemilu seperti kampanye terbuka, rapat umum, masa tenang, adanya money politic yang telah digambarkan, hingga pembersihan alat peraga kampanye yang bisa menimbulkan kerawanan. Sekecil apapun kami antisipasi,” jelasnya.

Selain memetakan kerawanan, pihaknya juga telah menyiapkan personel pengamanan pemilu. Petugas Polres Pati yang akan mengamankan pelaksanaan pemilu sekitar 1.000 orang. Sedangkan pasukan TNI sekitar 150, satu kompi anggota Brimob, ratusan anggota Satpol PP Pati, dan lainnya.

Dalam simulasinya, salah seorang caleg melakukan kampanye terbuka di halaman Stadion Joyokusumo dihadang massa. Mereka meminta supaya caleg tidak berkampanye. Apalagi di lokasi sama juga ada caleg lain yang berkampanye. Kedua pendukung tak terima hingga terjadi bentrok.

Terlebih ada salah satu pendukung yang membawa sajam. Terjadilah aksi anarkis dan membabi buta. Mengetahui adanya bentrok antarpendukung caleg, personel kepolisian langsung mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan masa. Pendukung sempat melawan petugas sehingga provokator diciduk petugas.

Bahkan mobil water canon juga dihadirkan untuk mengendalikan massa. Tak hanya itu, anjing pelacak juga dikerahkan untuk memecah kerumunan massa. Dalam pengamanan itu, petugas kepolisian juga dibantu pasukan TNI dan anggota Brimob.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia