Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Peringati Hari Jadi Jepara, 470 Perempuan Siap Pecahkan Rekor Mengukir

23 Maret 2019, 13: 25: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

REKOR: Ibu-ibu antusias mengikuti lomba ukir tahun lalu. Sekitar 470 pengukir perempuan bakal meriahkan Festival Kartini 2019, 27 April mendatang.

REKOR: Ibu-ibu antusias mengikuti lomba ukir tahun lalu. Sekitar 470 pengukir perempuan bakal meriahkan Festival Kartini 2019, 27 April mendatang. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA - Sebanyak 470 pengukir perempuan akan dihadirkan oleh Pemkab Jepara, 27 April mendatang, bertempat di Alun-alun 2 Jepara. Kegiatan bertajuk Festival Kartini 2019 itu, digadang-gadang akan memecahkan dan menciptakan rekor baru, lomba ukir perempuan terbanyak.

Kapala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini mengungkapkan lomba ukir dengan peserta perempuan ini merupakan upaya menduniakan ukiran khas Jepara agar tidak diklaim oleh daerah maupun negara lain. Rekor serupa sebelumnya, kata Ratib, pernah diciptakan oleh Jepara tahun 2010 dengan 502 peserta, namun campuran antara laki-laki dan perempuan.

Dikatakannya, kegiatan ini sekaligus juga sebagai peringatan Hari Jadi Ke-470 Jepara. “Kalau yang rekor 470 nanti sebagaimana tahun ini Hari Jadi Ke-470 Jepara. 470 pengukir ini seluruhnya perempuan,” ujarnya.

Pemecahan rekor nanti akan dibuat juga 470 karya seni ukir dengan melibatkan berbagai asosiasi pelaku industri perkayuan. Di antaranya Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Asosiasi Perajin Kayu Jepara (APKJ), serta melibatkan para ahli ukir se-Jepara.

Pada saat momen tersebut, pemkab juga mengundang seluruh warga Jepara dan sekitarnya untuk turut menikmati pameran produk unggulan Jepara. Selain itu terdapat pula bazar khusus layanan konsultasi dan konseling, dan hiburan Festival Jungporo #1 bertajuk bukan sembarang musik biasa, serta banyak lagi pertunjukan lainnya.

Ditanya terkait sertifikat ukir Jepara. Kapala Disperindag Kabupaten Jepara ini mengatakan, bahwa pada bulan ini sudah diajukannya ke Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Ia berharap pada tahun ini sertifikat tersebut dapat terselesaikan. Sehingga orang-orang di luar Jepara tahu, jika mencari referensi tentang ukir yang dituju adalah Jepara. “Makanya itu kita kejar dan mudah-mudahan tahun ini bisa, dan sudah kita notariskan juga,” ungkap Ratib. 

(ks/war/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia