Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Peningkatan Kreativitas Siswa dengan Teknik Role Playing

23 Maret 2019, 12: 00: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

Nunung Bintari S S.Pd.; Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP 2 Mejobo Kudus

Nunung Bintari S S.Pd.; Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP 2 Mejobo Kudus (dok pribadi)

Share this      

SISWA dituntut untuk belajar berbagai hal. Namun ada berbagai kendalanya yang membuat siswa kesulitan belajar. Banyak faktornya. Mulai dari malas belajar, tidak paham, hingga sulit mencerna materi yang disampaikan guru. Khusus untuk faktor kemalasan, guru memiliki trik khusus agar siswa mampu menyukai pelajaran yang diajar.  

Dalam hal ini guru berusaha meneliti dan mengkaji bersama dengan rekan sesama guru untuk mendapatkan teknik yang paling tepat untuk membentuk rasa minat, pemahaman, dan percaya diri dalam belajar siswa. Role playing merupakan teknik pembelajaran yang dipilih untuk melakukan pendekatan dengan siswa.

Caranya, dengan menghubungkan kondisi nyata yang terdapat di lingkungan dengan yang terdapat di ruang kelas. Teknik ini dilakukan dengan memberikan peran-peran atau situasi tertentu untuk diperankan dalam pembelajaran. Misalnya, guru menerangkan pecahan melalui situasi pasar. Guru di sini berperan sebagai pedagang untuk menjual barang dagangannya, murid dalam situasi ini harus masuk ke dalam peran pembeli mungkin dapat masuk dalam situasi lelang. Sikap guru yang kreatif dan mempunyai persiapan untuk memainkan peran sangat diperlukan dalam teknik pembelajaran ini. Di sini siswa diharapkan mampu mengembangkan diri dengan menggunakan kreativitasnya melalui pengembangan pemikiran guru dengan teknik Role playing.

Layanan penguasaan konten sebagai jembatan antara pembelajaran yang dilakukan dengan teknik role playing mampu meningkatkan kreativitas siswa.

Mengembangkan kreatifitas siswa sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif melalui teknik role playing ini. Dengan begitu anak larut untuk belajar secara alami. Belajar di sini merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu untuk mencapai proses yang terbaik dengan bermain. Pengembangan kreativitas di sini dapat berupa kemampuan siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dan kelancaran siswa dalam memahami pembelajaran. Rasa ingin tahu yang muncul mampu menjadi pengalaman baru dan menciptakan hal baru yang bermanfaat dan menyenangkan.

Dalam metode ini, guru mampu memancing semangat siswa untuk belajar melalui pembelajaran di luar kelas. Beberapa tempat telah di siapkan oleh guru sebelumnya. Misal pasar, sekolah, mall, perpustakaan, dan lain-lain. Siswa bisa bermain peran melalui tempat yang di pilih, pembelajarannya disesuaikan dengan mata pelajaran yang diajarkan guru. Contohnya pemilihan tempat di pasar dan mata pelajaran matematika bagi siswa yang bertugas sebagai penjual. Siswa bisa menimbang, menghitung total harga, dan mengecek daftar belanjaan. Untuk pelajaran bahasa Inggris dengan pemilihan tempat di mall. Siswa bisa bertugas sebagai pembeli atau penjaga stan semua harus berbicara bahasa Inggris. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia