Jumat, 20 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Kapolres Jepara Sebut Jumlah Ikan Hiu Mati Mendadak di Medsos Lebay

23 Maret 2019, 11: 34: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

TERSISA BEBERAPA EKOR: Hiu-hiu di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, sewaktu belum mati beberapa waktu lalu.

TERSISA BEBERAPA EKOR: Hiu-hiu di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, sewaktu belum mati beberapa waktu lalu. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Mencuatnya kasus hiu mati mendadak di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, turut ditanggapi Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman. Dia menyorot soal jumlah hiu mati yang beredar di mesia sosial (medsos) yang terkesan melebih-lebihkan hingga asumsi penyebab kematian hiu-hiu tersebut.

AKBP Arif mengatakan, yang beredar di medsos hiu yang mati mencapai angka ratusan ekor. Ada pula yang menyebut 110 ekor. Bahkan, ada mencapai angka fantastis 190 ekor. Namun menurutnya, jumlah itu tidak tepat.

Dia menjelaskan, di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, itu ada dua kolam. Satu kolam berisi 47 ekor ikan hiu dengan berbagai macam ikan. Satu kolam lain juga berisi hiu dengan jumlah sembilan ekor. ”Dari 47 ekor hiu di kolam pertama yang mati 45 ekor. Sisa dua ekor yang kemudian dipindahkan ke kolam kedua. Memang ada ikan-ikan lain, semisal ikan kakak tua yang ikut mati,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saat ini, dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan pendalaman sekaligus juga pemeriksaan pada saksi-saksi utamanya para penjaga. Sedangkan penanganan kasus ini, saat ini sudah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. ”Adapun perkembangan yang kami monitor sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan ke laboratorium untuk sampel daging ikan dan sampel air,” jelasnya.

AKBP Arif juga mengungkap fakta jika penangkaran itu sudah pernah diberikan teguran oleh BTN Karimunjawa pada 2018 lalu. ”Karena di sana pernah ada korban, sehingga pengelola diminta untuk melakukan penghentian aktivis wisata,” terangnya.

Fakta-fakta yang telah dikumpulkan pihak kepolisian itu, dikatakannya, akan turut mendukung dan menjadi bagian untuk mengungkap kasus tersebut.

Dia menambahkan, saat ini proses penyelidikan masih berjalan. Untuk itu, dia mengimbau semua pihak agar tidak perlu memberikan asumsi atau kesimpulan prematur yang justru menambah ketidakjelasan kasus ini.

”Pihak kepolisian sendiri belum berani menyimpulkan penyebab kematian hiu-hiu itu. Semuanya menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium dan penyelidikan,” imbuhnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia