Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Meningkatkan HOTS melalui Model PBL-JAS

23 Maret 2019, 09: 42: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Siti Fatimah, S. Pd. M. Pd.; Guru SMP 2 Kudus

Siti Fatimah, S. Pd. M. Pd.; Guru SMP 2 Kudus (dok pribadi)

Share this      

SAAT ini dunia pendidikan tengah mengupayakan peningkatan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Berbagai upaya dilakukan, seperti mengadakan pelatihan, mengembangkan media, maupun menerapkan model pembelajaran yang andal.

Apakah HOTS itu? Higher Order Thinking Skill dalam bahasa Indonesia dikenal dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Taksonomi Bloom, keterampilan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Mengapa HOTS sangat penting dikembangkan? Pertama, ditengarai kemampuan HOTS peserta didik di Indonesia masih rendah. Fakta menunjukkan, bahwa hasil capaian Indonesia dalam tes PISA pada 2015 menduduki peringkat ke-64 dari 72 negara. Meskipun sudah mengalami peningkatan dibandingkan pada 2012, namun capaian yang diperoleh tergolong masih rendah.

Kondisi ini didukung dari hasil penelitian yang kami lakukan di SMP 2 Kudus pada 2014 lalu. Hasil penelitian kami menunjukkan 80 persen peserta didik tidak berani bertanya dan memberi argumen. Dalam pembuatan laporan hanya 10 persen peserta didik yang mampu menganalisis dan menyimpulkan dengan baik.

Kedua, HOTS sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global di era milenial.  Menurut Khaerudin Kurniawan (1999), ada empat tantangan yang dihadapi di era global. Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Kedua, tantangan untuk melakukan penelitian secara menyeluruh. Ketiga, tantangan untuk meningkatkan daya saing dalam menghasilkan karya-karya  kreatif sebagai hasil pemikiran, penemuan, dan penguasaan pengetahuan. Keempat, tantangan menghadapi inovasi dan kolonialisme baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Untuk menjawab tantangan ini, mengembangkan HOTS dalam setiap proses pembelajaran adalah solusinya. Bagaimana cara meningkatkan HOTS dalam pembelajaran? Menurut hasil penelitian Fachrurazi (2011); Satrawati, et.al. (2011) dan Sukandar (2013), untuk meningkatkan HOTS dengan menerapkan model Problem-Based Learning dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (PBL-JAS).

Penerapan model PBL-JAS dalam pembelajaran diawali dengan menstimulasi permasalahan. Peserta didik melakukan eksplorasi dan kolaborasi dalam kelompok kecil heterogen untuk memecahkan masalah. Guru bertindak sebagai fasilitator, membimbing peserta didik dalam merancang penyelidikan, dan menemukan solusi. Langkah berikutnya, peserta didik melakukan penyelidikan, menyajikan hasil, dan mengevaluasi hasilnya.

Kelebihan PBL-JAS, peserta didik secara kolaboratif belajar secara mandiri. Peserta didik  menerapkan pengetahuan baru, mengevaluasi hipotesis, menganalisis, melakukan inferensi, dan mengatur strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, PBL-JAS dapat meningkatkan HOTS.

Kami telah membuktikan bahwa PBL-JAS memang sangat efektif untuk meningkatkan HOTS peserta didik. Penelitian tindakan kelas telah kami lakukan dalam pembelajaran IPA pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

Prosedurnya di siklus I kami berikan permasalahan dengan melakukan eksplorasi secara langsung dengan lembar kerja terbuka. Siklus II dengan eksplorasi langsung dan tidak langsung dengan lembar kerja terbuka terfasilitasi.

Data tentang kemampuan berpikir kritis (HOTS) diambil melalui observasi dan tes tertulis dengan soal uraian terbuka. Hasilnya Model PBL-JAS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 74 persen. Seluruh peserta didik aktif terlibat dalam pembelajaran yang menyenangkan. Rerata aktivitas peserta didik mengalami kenaikan sebesar 23 persen.

Jadi sangat disarankan untuk menerapkan model PBL-JAS dalam pembelajaran untuk meningkatkan HOTS peserta didik. Mari wujudkan generasi milenial di era digital yang tangguh dan andal dalam menghadapi tantangan global dengan meningkatkan HOTS. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia