Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Ketika Perikanan Kabupaten Pati Jadi Rujukan Pemkab Lain

22 Maret 2019, 10: 58: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI TEMPAT BELAJAR: Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (dua dari kanan) menerima kunjungan kerja dari Pemkab Mimika, Papua, kemarin.

JADI TEMPAT BELAJAR: Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (dua dari kanan) menerima kunjungan kerja dari Pemkab Mimika, Papua, kemarin. (HUMAS SETDA PATI FOR RADAR KUDUS)

PATI – Kesuksesan Pemkab Pati menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan membuat Pemkab Mimika, Provinsi Papua, tertarik bertandang ke Bumi Mina Tani kemarin. Pada kunjungan kerja (kunker) itu, jajaran Pemkab Mimika melihat proses pelelangan ikan di TPI dan melihat langsung kehidupan nelayan di Juwana.

Kunjungan dari pulau ujung timur di Indonesia itu, diterima Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati. Rombongan kunker dari Mimika terdiri dari asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika bersama kepala Dinas Perikanan Mimika, anggota Komisi A dan B DPRD Kabupaten Mimika, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Safin menyambut baik kedatangan rombongan kunker tersebut. Ia mengatakan, ke depan kerja sama antara Pati dan Mimika akan terjalin dengan baik. Terlebih, banyak nelayan dari Pati yang berlabuh di Mimika. Bayak kapal milik warga Juwana yang berlayar di wilayah timur dan berlabuh di Mimika dan disambut baik oleh warga sana.

”Kami berharap antara dua kabupaten saling menjaga komunikasi dengan baik. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap bisa saling menguntungkan dan mendukung, agar nelayan Kabupaten Pati di Mimika bisa bekerja dengan tenang dan bisa bertukar ilmu,” ucapnya kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Leentje Aria Antje Siwabessy mengaku, kunjungan di Kabupaten Pati ini, untuk melihat proses pelelangan ikan di TPI. Pihaknya juga tertarik melihat kehidupan nelayan yang ada di Pati, khususnya Juwana.

Leentje mengatakan Kabupaten Mimika juga mempunyai sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah seperti ikan, udang, kepiting, dan lain-lain. Namun, pemasukan untuk daerah belum bisa dinikmati masyarakat dengan maksimal. Untuk itu, dari kunker ini dirinya berharap mendapatkan hasil yang bisa diterapkan di daerahnya.

”Hal itulah yang mendorong kami mencari bagaimana solusi dan jalan agar hasil perikanan bisa digenjot. Karena sampai saat ini PAD Mimika dari sektor perikanan baru penjualan benih ikan. Kami berharap, masyarakat bisa sejahtera dan hidup berdampingan antara nelayan luar daerah dan asli Papua,” jelasnya didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika Christian Karubaba.

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia