Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Metode Role Play Solusi Speaking English

22 Maret 2019, 09: 52: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Lia Fadlilah; Guru SMKN 3 Kudus

Lia Fadlilah; Guru SMKN 3 Kudus (dok pribadi)

Share this      

SPEAKING atau berbicara adalah bagian penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Metode pengajaran menentukan keberhasilan pembelajaran. Speaking menjadi salah satu aspek yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

Sistem belajar percakapan bahasa Inggris harus mengutamakan kemampuan komunikasi siswa. Karena dengan cara seperti itu, siswa akan bisa mengekspresikan diri mereka untuk belajar berkomunikasi. Ada beberapa teknik untuk mengajar speaking bahasa Inggris yang efektif. Salah satunya metode role play. Metode ini dilakukan dengan bermain peran.

Bermain peran yang dibahas di sini adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan cara memerankan suatu karakter. Di mana siswa akan mengucapkan dialog yang telah dipersiapkan sebelumnya atau hasil improvisasi.

Cara ini akan memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih pengucapan (pronounciation), berlatih berani berbicara (speaking), berlatih mendengarkan (listening) dari ucapan lawan bicara. Dengan bermain peran ini pula, siswa dapat memperkaya kosa kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris. Serta menikmati suasana yang menyenangkan tanpa merasa terbebani oleh kesalahan pengucapan. Karena biasanya seorang guru akan menempatkan dirinya sebagai teman diskusi, sehingga dalam pembelajaran akan terbangun suasana santai.

Permainan peran (bahasa Inggris: role-playing game disingkat RPG) bisa juga memainkan  tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Para pemain memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut. Keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan. Para pemain bisa berimprovisasi sesuai perannya.

Dalam sebuah permainan RPG, jarang ada yang ”kalah" atau ”menang". Ini membuat permainan RPG berbeda dari jenis permainan papan, seperti monopoli, ular tangga, permainan kartu, olah raga, maupun permainan lainnya. Seperti sebuah novel atau film, permainan RPG mempunyai daya tarik, karena permainan-permainan ini mengajak para pemain untuk menggunakan imajinasi mereka. RPG lebih mengarah ke arah kolaborasi sosial daripada kompetisi. Pada umumnya dalam RPG, para pemain tergabung dalam satu kelompok.

Permainan RPG rata-rata dimainkan seperti sebuah drama radio. Ketika seorang pemain ”berbicara", dia berbicara sebagai tokohnya. Ketika si pemain ingin tokohnya melakukan sesuatu secara fisik (seperti menyerang monster atau membuka sebuah gembok) dia harus menggambarkannya secara lisan.

Ada pula sejenis permainan RPG di mana para pemain bisa melakukan gerakan fisik tokohnya oleh si pemain sendiri. Ini disebut live action role playing (LARP). Dalam permainan LARP, biasanya para pemain memakai kostum dan menggunakan alat-alat yang sesuai dengan tokoh, dunia, dan cerita yang dimainkan.

Kecuali dalam bentuk drama yang panjang, bermain peran bisa pula dilakukan dengan lebih sederhana. Di mana siswa mempraktikkan percakapan berdasarkan situasi yang sebelumnya telah diberikan. Siswa diberikan informasi tentang peran yang harus dia mainkan dan fungsi-fungsi tertentu yang harus dilaksanakannya.

Berikut contoh bermain peran secara sederhana. Peran dimainkan oleh siswa dan guru. Peran siswa: Kamu  tidak masuk kelas kemarin. Temui guru di kantor dan minta maaf, karena kemarin kamu tidak datang. Tanyakan tentang handout pada teman-teman Anda. Cari informasi tentang tugas di rumah.

Peran guru: Siswa yang tidak datang kemarin datang menemui guru di kantor. Terima permintaan maafnya, tetapi tekankan bagaimana pentingnya hadir di kelas. Guru tidak punya sisa handout, sarankan siswa memfotokopi dari temannya. Beritahu siswa apa tugas di rumah yang harus dikerjakan.

Apabila tujuan permainan peran ini adalah bahasa yang komunikatif. Sebaiknya dilakukan evaluasi terhadap siswa tentang kemampuannya mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa (permintaan maaf, meminta seseorang melakukan sesuatu, mencari informasi, menanggapi saran, menerima permintaan maaf, atau memberikan informasi singkat) sesuai dengan perannya.

Demikian penerapan metode role play dalam pembelajaran speaking English. Metode ini bisa menjadi salah satu referensi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia