Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan
Tiga Tahun Kepemimpinan Sri Sumarni

Berhasil Bangun Jalan Beton dan Turunkan Angka Kemiskinan

22 Maret 2019, 08: 21: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

SINERGI: Bupati Grobogan Sri Sumarni memotong tumpeng. Kemudian diserahkan kepada Ketua DPRD Agus Siswanto disaksikan FKPD, seluruh kepala OPD, dan tamu undangan dalam tasyakuran tiga tahun jadi bupati di rumah dinas kemarin.

SINERGI: Bupati Grobogan Sri Sumarni memotong tumpeng. Kemudian diserahkan kepada Ketua DPRD Agus Siswanto disaksikan FKPD, seluruh kepala OPD, dan tamu undangan dalam tasyakuran tiga tahun jadi bupati di rumah dinas kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni tepat tiga tahun memimpin Grobogan kemarin. Untuk memperingati itu, bupati lakukan tasyakuran, doa bersama, dan potong tumpeng di rumah dinas bupati.

”Sudah barang tentu apa yang saya lakukan masih terdapat kekurangan. Saya optimistis karena kekompakan maka bisa membangun Kabupaten Grobogan. Agar lebih maju dan bermartabat,” kata Bupati Sri Sumarni.

Menurutnya iklim yang kondusif di Kabupaten Grobogan berpengaruh dalam kelancaran pembangunan. Pembangunan selama tiga tahun bisa dirasakan warga masyarakat. Terutama dalam tiga tahun terakhir ini.

Infrastruktur jalan terus digenjot. Hingga jalan kontruksi beton sudah menyambung di 280 desa dari 19 kecamatan. Warga tidak lagi kesulitan mengakses kota. Juga antar kabupaten. Pembangunan  ini juga mendukung pengentasan kemiskinan.

Bupati Sri Sumarni mengatakan, selama tiga tahun menjabat dirinya sudah lakukan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Itu semua untuk mendukung akses ekonomi. Progres pembangunannya juga terlihat. “Warga masyarakat bisa merasakan hasilnya sekarang,” tegasnya.

Ketika baru menjabat jalan kondisi baik pada 2015 sebesar 40,69 persen. Menjadi 72 persen pada akhir 2018. Pada 2019 ini akan menjadi 75 persen. Sesuai dengan RPJMD 2016-2021 jalan baik ditargetkan sampai 84,5 persen.

”Dulu warga di desa kelau ke kota kesulitan akses jalan. Sekarang semua jalan baik. Warga tidak kesulitan menjual hasil pertaniannya. Karena jalannya sudah mulus,” ujar ibu satu anak dan tiga cucu ini.

Pembangunan jaringan irigasi pengairan pertanian juga dibangun Sri Sumarni. Sampai akhir 2018 saluran irigasi yang baik mencapai 84 persen. Itu bisa mengaliri 170 ribu hektare lahan dari 230 ribu hektare lahan pertanian.

”Sistem pengairan ini untuk membantu petani menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai kabupaten swasembada pangan,” tambah mantan Ketua DPRD Grobogan.

Selama tiga tahun, Sri Sumarni juga telah membangun pasar baru di Kabupaten Grobogan. Yaitu pasar Pagi di Jalan Gajah Mada Purwodadi. Pasar itu untuk menampung ratusan pedagang yang menempati pasar koplak dokar di Jalan Banyuono-Purwodadi. Area kumuh tersebut ditata dan disulap menjadi pusat kuliner Purwodadi. Menampung pedagang kaki lima (PKL) di Jalan R Soeprapto Purwodadi.

”Di 2018 lalu tidak hanya pasar di Kota Purwoadi. Kami juga telah membangun pasar Grobogan, Pasar Tegowanu, Pasar Wirosari, dan Pasar Kuwu. Ini semua membantu penataan pasar dan peningkatan perokonomian warga Pasare Resik Rejekine Apik,” tambahnya.

Keberhasilan pembangunan daerah, juga karena ada bantuan dana transfer dari pemerintah pusat terus meningkat. Pada 2017 dan 2018 telah terealisasi 256 Km jalan desa (sebagian besar konstruksi beton), 128 jembatan, 25 pasar desa, dan berbagai infrastruktur desa lainnya. Seperti embung, sumur, MCK, sarana pendidikan, kesehatan, olah raga, dan usaha ekonomi produktif lainnya.

Berbagai program yang sasarannya langsung mendukung upaya pengentasan kemiskinan juga terus dilakukan. Antara lain dalam dua tahun terakhir merehab 2.205 rumah tidak layak huni (RTLH), pendidikan dasar gratis, Jamkesda, fasilitasi UMKM, serta mengalokasikan belanja bantuan sosial sebesar Rp 11,5 miliar pada 2017. Sebesar Rp 20,6 miliar pada 2018.

”Investasi tumbuh dan meningkat dengan masuknya berbagai perusahaan besar. Seperti Pungkok, Malindo, Cargil, Formusa, Aparel, dan yang lainnya. Sehingga menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Tidak hanya, fokus pembangunan lakukan penataan kota dan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH). Juga terus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan kota lain. Pada 2018 lalu telah dilakukan revitalisasi Simpang Lima Tahap I dengan anggaran Rp 5 miliar. Pembangunan pusat kuliner eks koplak. Dan pembangunan trotoar di Jalan R Soeprapto Purwodadi dengan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar.

”Pada 2019 juga telah dianggarkan penataan kota. Yaitu untuk menyelesaikan revitalisasi simpang lima, pusat kuliner di kompleks taman hijau kota dan eks terminal, pembangunan taman segitiga emas, taman lansia, taman nglejok, trotoar R.Suprapto (lanjutan) dan trotoar MT Haryono, dan Jenderal Sudirman,” tandasnya.

Selama tiga tahun terakhir, berdasarkan data BPS persentase penduduk miskin Kabupaten Grobogan 2018 turun 12,31 persen. Angka kemiskinan di Kabupaten Grobogan lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Data terakhir selama tiga tahun berturut yaitu  2015 angka kemiskinan sama 13,58 persen. Pada 2016 menjadi 13,57 persen. Di 2017 angka kemiskian 13,27 persen dari 1,4 juta penduduk di Kabupaten Grobogan.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia