Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Anggota DPR RI Imam Suroso Ajak Generasi Muda Ikuti Genre Ceria

22 Maret 2019, 08: 11: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

BERIKAN SEMANGAT: Anggota DPR RI Imam Suroso memberikan semangat kepada siswa SMA N Toroh dalam acara sosialisasi program pembangunan keluarga ceria bersama mitra kerja tahun 2019 Genre Ceria.

BERIKAN SEMANGAT: Anggota DPR RI Imam Suroso memberikan semangat kepada siswa SMA N Toroh dalam acara sosialisasi program pembangunan keluarga ceria bersama mitra kerja tahun 2019 Genre Ceria. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Sosialisasi pembangunan keluarga generasi berencana (Genre Ceria) mengenai sosialisasi program pembangunan keluarga ceria bersama mitra kerja tahun 2019 digelar di SMA N Toroh kemarin. Acara tersebut dihadiri Komisi IX DPR RI Imam Suroso dan Kepala BKKBN Jateng Wagino.

Selain itu, juga dihadiri Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Tim Pengawal dan Pengaman Pembangunan Pemerintah (TP4D) Kejati Jawa Tengah Firman dan BPKPP JAwa Tengah Alfiandri serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Indartiningsih.

Kepala BP3KAB Grobogan Indartiningsih menyatakan, sosialisasi Genre Ceria kepada siswa adalah program bertujuan menjadi bekal pada anak remaja untuk menyikapi dirinya. Yaitu bisa melakukan perencanaan kehidupan.

”Para siswa bisa tahu anak tidak boleh nikah dini, lakukan seks bebas, dan penggunaan narkoba,” ujarnya.

Anggota komisi IX DPR RI Imam Suroso menjelaskan, masyarakat masih banyak yang belum paham tentang Genre Ceria. Program yang disosialisasikan BKKBN ini sangat bagus karena bisa mengarahkan generasi muda untuk prestasi lebih cemerlang. ”Saya sangat senang program Genre Ceria. Bisa masuk sekolah. Siswa jadi tahu referensinya. Porgam ini harus ditingkatkan untuk menjauhkan anak dari pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba,” ujarnya.

Kepala BKKBN Jawa Tengah Wagino menambahkan, program Genre Ceria salah satu program keluarga berencana dengan sasaran anak remaja. Menurutnya dengan perencanaan yang baik dan tahu apa yang dilarang maka anak bisa mengetahui dan menghindarinya.

”Jika anak tahu, maka mereka tidak akan lakukan seks bebas, pakai narkoba, dan menjauhkan anak untuk pernikahan dini. Harapanya anak bisa mengejar cita-cita dan belajar dengan semangat,” terang dia.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia