Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Minim Sarpras, Puluhan Sekolah di Pati Terpaksa Numpang UNBK

21 Maret 2019, 15: 21: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKOORDINASI: Ratusan kepsek dan koordinator wilayah pendidikan di Pati mengikuti arahan tentang unas 2019 di gedung PGRI Pati kemarin.

BERKOORDINASI: Ratusan kepsek dan koordinator wilayah pendidikan di Pati mengikuti arahan tentang unas 2019 di gedung PGRI Pati kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Pemerintah telah mewajibkan SMP dan sederajat menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Karena kewajiban itu, sekolah harus menumpang sekolah lain karena terbatasnya infrastruktur. Masih ada 41 SMP dan sederajat yang menumpang UNBK ke sekolah lain.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Saryono mengatakan dari total lembaga SMP/MTs yang sudah mampu melaksanakan UNBK mandiri sebanyak 177 lembaga. Sementara itu SMP/MTs yang masih menumpang ada 41 lembaga. Selain itu, kejar paket C dan B yang menumpang ada 31 PKBM. Sedangkan yang mampu mandiri hanya SKB Pati.

“UNBK boleh menumpang ke sekolah atau madrasah lain. Karena untuk menuju mandiri dilakukan bertahap melengkapi sarana prasarana komputer dan server. Yang terpenting sekolah melaksanakan UNBK terlebih dahulu,” katanya.

Meskipun mewajibkan SMP dan sederajat melaksanakan UNBK, untuk ujian nasional SD/MI sebanyak 872 lembaga dan paket A ada 3 lembaga masih menggunakan sistem manual yakni menggunakan moda ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Belum ada wacana menggunakan komputer.

Saryono mengatakan, pelaksanaan ujian nasional di Pati sejauh ini sudah lancar sesuai dengan tahapan. Bahkan pihaknya telah mensosialiasikan ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kepada ratusan kepala SMP, MTS, pengawas, hingga korodinator wilayah pendidikan di semua kecamatan.

“Kami memberikan arahan sesuai dari jenjangnya supaya para kepsek dan koordinator wilayah memiliki pemahaman yang sama dengan ujian nasional 2019 ini. Ratusan peserta sosialisasi diberikan arahan tentang pos UNBK, juknis USBN SD, ujian kesetaraan, dan lainnya,” ungkapnya.

Para kepsek juga mengecek kesiapan sarpras. Sekolah mempunyai komputer utama sebanyak jumlah sesinya. Karena ada sekolah yang memiliki tiga sesi. Selain komputer, juga ada server utama yang harus ready pada pelaksanaan.

“Yang paling penting itu lisitrik. Sekola harus mempunyai genset saat UNBK. Walaupun sudah berkoordinasi dengan PLN, tapi tetap antisipasi jika terjadi listrik padam,” imbuhnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia