Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Banjir di Tiga Kecamatan Rusak Sarana Sekolah dan Permukiman Warga

21 Maret 2019, 14: 45: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

RENDAM PEMUKIMAN: Camat Pamotan Mahfud melihat langsung musibah banjir yang menerjang di Kecamatan Pamotan, Selasa sore (20/3) kemarin

RENDAM PEMUKIMAN: Camat Pamotan Mahfud melihat langsung musibah banjir yang menerjang di Kecamatan Pamotan, Selasa sore (20/3) kemarin (KECAMATAN PAMOTAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Banjir Selasa sore (19/3) ternyata tak hanya menerjang Kecamatan Pamotan. Berdasarkan catatan BPBD Rembang banjir juga menerjang dua Kecamatan Sale dan Gunem. Akibat musibah ini, sejumlah rumah warga, sarana sekolah dan belasan hektare tanaman padi rusak.

Banjir kiriman ini datang mulai pukul 16.00. Pemicunya adalah luapan air dari embung Panohan di wilayah Kecamatan Gunem. Aliran air yang cukup deras meluap di sungai, hingga menerjang sawah dan pemukiman hingga sarana sekolah.

Air baru mulai surut sekitar  pukul 20.00 WIB. Hari Rabu pagi kondisi di tiga wilayah banjir berangsur normal. Hanya ada sisa bekas banjir dan lumpur. Termasuk longsoran di sekitar pemukiman warga.

Camat Pamotan, Mahfud menyampaikan adapun dampak banjir diantaranya merusak sarana MTs Mambaul Ulum, Sidorejo, Pamotan. Kerusakan material berupa robohnya pagar bagian belakang sekolah sepanjang 30 meter.

“Tidak MTs. Namun MI di sana juga ikut tergenang air. Termasuk 60-an rumah penduduk yang tergenang. Selain itu laporan lainnya masuk di Desa Pamotan. Di sana ada delapan rumah yang tergenang air,” katanya.

Walaupun status sudah normal pihak kecamatan tetap waspada. Untuk mengurangi kejadian tersebut Mahfud telah mengajukan normalisasi sungai. Utamanya di daerah Ringin dan Sidorejo. Di sana terjadi pendangkalan dan banyak bamboo yang mempersempit sungai. Selain usulkan rumah tidak layak huni bagi warganya yang masih mengungsi.

Kondisi serupa terjadi Kecamatan Sale. Banjir bandang terjadi di Desa Rendeng dan Ukir mengakibatkan satu unit rumah warga rusak. Rumah rusak terjadi di Desa Rendeng, selain tanaman serta lahan perkebunan.

Camat Sale, Subchan  melaporkan kejadian banjir dipicu hujan hari Selasa, sekira pukul 12.30 WIB sampai 14.00 WIB. Diketahui sekitar pukul 16.30 WIB dari arah aliran sungai Desa Rendeng yang berasal dari aliran sungai Gunung Botak meluap.

”Kemarin luapannya sekitar 1 sampai 3 meter dari bibir sungai. Kapasitas sungai dengan lebar 3 meter dan kedalaman 1 meter. Datangnya air hujan menerjang sebagian lahan pertanian serta perkebunan milik warga,” informasinya.

Camat Gunem, Ahmad Sholchan menambahkan hari Selasa lalu (19/3) di Desa Dowan, Gunem tepatnya di Dukuhan Brengkong terjadi hujan lebat. Mengakibatkan tebing rumah warga longsor, tinggi tebing sekitar 2 meter dan panjang 4 meter.

”Kondisi rumah dekat tebing yang longsor adalah dapur. Tidak ada kerugian yang di alami warga,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia