Senin, 23 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Pembuatan Kartu Kuning di Disnakertrans Grobogan Sepi Pemohon

21 Maret 2019, 13: 56: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

PELAYANAN: Remaja yang sedang mendaftarkan kartu kuning di Disnakertrans Grobogan.

PELAYANAN: Remaja yang sedang mendaftarkan kartu kuning di Disnakertrans Grobogan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Sepanjang tahun ini para pencari kerja (pencaker) yang membuat kartu kuning (AK1) di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan masih terbilang sepi. Hanya ada 30 pemohon dalam sehari.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto mengatakan, dimungkinkan terjadi kelonjakan selepas pelaksanaan ujian SMP maupun SMA.

”Kemungkinan Mei atau Juni akan ramai pemohon. Dimana setelah pelaksaan ujian dan selepas lebaran. Karena banyak warga yang boro pulang ke kampungnya,” ungkapnya.

Diketahui, tahun lalu pencari kartu kuning melonjak pada Juli yang mencapai 2.566 pemohon. Saat ramai, petugas bisa melayani pemohon mencapai 250-300 orang. Namun, sepanjang tahun ini Disnakertrans sepi pemohon kartu kuning. Data per Januari hingga Maret, baru ada 1.637 pemohon yang membuat kartu kuning.

Menurutnya, menurunnya pencaker disebabkan berbagai faktor. Salah satunya banyak yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hingga sedang minimnya pembukaan lowongan kerja di pabrik-pabrik baik dalam maupun luar daerah.

”Biasanya yang mencari kartu kuning merupakan mereka yang baru lulus SMP dan SMA. Sehingga ramainya saat pasca kelulusan. Kalau sekarang malah didominasi para ibu yang ingin bekerja di pabrik tekstil di sekitaran Grobogan. Karena pabrik tersebut selalu membuka peluang kerja,” imbuhnya.

Salah satu pemohon Hendro mengaku ingin mendaftar di salah satu perusahaan besar di Kabupaten Grobogan. Perusahaan tersebut sedang membuka cukup banyak lowongan kerja. ”Pengennya daftar kerja di dalam kota dulu. Kebetulan lagi banyak lowongan. Makanya ini segera membuat kartu kuning saja dulu untuk melengkapi persyaratan kerja. Sekaligus menunggu terbitnya ijazah dari sekolah,” imbuhnya.

Meski menurunnya pencari kartu kuning, awal tahun ini, malah mengalami kenaikan jumlah pencaker yang mendaftar di luar negeri seperti Korea, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Bahkan tahun ini ada dua warga yang menjadi TKI mandiri.

Gaji yang besar membuat pencari kerja (pencaker) lebih memilih bekerja ke luar negeri, dibanding bekerja di dalam negeri maupun di daerah sendiri yang UMR tergolong masih kecil.

(ks/int/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia