Selasa, 17 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Ada Pemasangan Girder di Jembatan Tanggulangin, Arus Lalu Lintas Macet

21 Maret 2019, 11: 06: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

IMBAS PEMBANGUNAN JEMBATAN: Kondisi lalu lintas di sekitar Jembatan Tanggulangin mengalami kemacetan parah kemarin.

IMBAS PEMBANGUNAN JEMBATAN: Kondisi lalu lintas di sekitar Jembatan Tanggulangin mengalami kemacetan parah kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Kemacetan di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak, tepatnya di sekitar Jembatan Tanggulangin kembali terjadi. Hal ini diperparah dengan pengguna jalan yang nekat ngeblong saat lalu lintas padat. Terutama bus. Kemacetan ini, disebabkan oleh pemasangan satu girder di Jembatan Tanggulangin C.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekitar pukul 16.00 kemarin, kemacetan terjadi mulai dari Hotel Griptha hingga melewati Jembatan Tanggulangin atau masuk ke Kabupaten Demak. Kendaraan dari Kudus berjajar tiga sap untuk melewati Jembatan Tanggulangin. Kemacetan ini hingga sejauh sekitar 1 kilometer.

Selain di lajur jalan utara ke selatan (Kudus-Demak), kemacetan juga terjadi di lajur barat ke timur atau Jalan Lingkar Selatan kendaraan menumpuk hingga Proliman Tanjung. Jaraknya sekitar 500 meter.

Triyanto, 40, salah satu pengguna jalan, mengatakan, adanya kemacetan ini, dia sering menjumpai pengendara jalan yang nekat ngeblong alias menerobos jalur yang tidak semestinya dengan melawan arus. ”Kalau ngeblong itu terjadi ketika tak ada polisi bertugas. Namun ketika ada polisi, pengendara tak berani,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Rahman, pengguna jalan lain. Ia kerap menjumpai kendaraan yang ngeblong saat terjadi kemacetan. Itu terjadi saat tak ada polisi yang berjaga. ”Saat ada polisi bus yang ngeblong pernah ada yang disuruh atret polisi. Pelanggaran ini sering terjadi di daerah Karanganyar, Demak,” katanya.

Terpisah, Kanit Satlantas Polres Demak Setyo, mengatakan, pihaknya sering menjumpai pelanggaran dari pengguna jalan. Mereka nekat masuk ke lajur timur. Padahal seharusnya dari selatan (Demak) harus menggunakan jalur barat.

Pihaknya sudah melakukan penilangan bagi pengguna jalan yang melanggar lalu lintas tersebut. Terutama yang ngeblong. Tak hanya itu, ia juga meminta pengguna jalan atret sampai penggalan ujung jalan. Kemudian dipaksa masuk jalur yang semestinya (jalur barat). Tindakan ini, agar pengguna jalan yang ngeblong merasa jera.

Sementara itu, Kanit Patwal Polres Kudus Iptu Sulis, menyatakan, pembukaan arus lalu lintas (contra flow) dilakukan pukul 17.00-17.30. Dalam waktu tersebut, pengguna jalan dari Demak menuju Kudus diperbolehkan masuk menggunakan jalur timur. ”Ini dikarenakan proyek pembangunan jembatan hanya melakukan pemasangan satu gilder (baja landasan jembatan),” terangnya.

Tepisah, Alik Mustaqim, Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Underpass Karangsawah -pihak yang bertanggung jawab pembangunan Jembatan Tanggulangin C- meminta maaf atas terganggunya arus lalu lintas di sekitar Jembatan Tanggulangin ini. Dia berharap, pengguna jalan memaklumi karena adanya kegiatan proyek pembangunan Jembatan Tanggulangin C itu.

”Minta doanya saja supaya jembatan bisa dipercepat pembangunannya. Targetnya sudah bisa dilalui saat Lebaran nanti,” ungkapnya. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia