Selasa, 17 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Features
Arief Syamsuhuda, Direktur Utama PD BPR Blora

Tetap Turun ke Lapangan Cari Nasabah

21 Maret 2019, 08: 49: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Arief Syamsuhuda

Arief Syamsuhuda (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Perjuangan Arief Syamsuhuda, direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BPR Blora untuk membesarkan perusahaan selama belasan tahun akhirnya berbuah manis. Terbukti, aset perusahaan yang dulunya Rp 4 miliar, kini meningkat drastis menjadi Rp 51 miliar. Selain itu, dua tahun berturut-turut berhasil meraih prestasi.

 SUBEKAN, Blora

 PRIA bernama lengkap Arief Syamsuhuda ini, merupakan direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BPR Blora. Dia kini bisa merasakan manisnya perjuangan. Setelah belasan tahun berjuang.

Ya, aset perusahaan yang dia pimpin itu melejit. Dulu asetnya hanya sekitar Rp 4 miliar, kini meningkat drastis menjadi Rp 51 miliar. Dengan capaiannya ini, PD BPR Blora berhasil meraih berbagai penghargaan. Di antaranya penghargaan dari Infobank kategori sangat bagus atas kinerja keuangan selama 2017 dan menjadi nomor VI dalam kategori the best 82 BPR milik pemda yang beraset Rp 50 miliar sampai dengan di bawah Rp 100 miliar.

”Ini berkat kerja kerasnya selama ini. Termasuk berkat kerja keras kawan-kawan (karyawan) dan dukungan dari Pemkab Blora,” ucap Arief Syamsuhuda kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Laki-laki yang tinggal di RT 2/RW 5, Desa Buluroto, Banjarejo, Blora, ini mengaku, apa yang diraih saat ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan kerja keras. Juga kerja cerdas dan proses yang panjang. Termasuk butuh mental baja, bahkan harus berani menantang maut.

Arief mengaku, perjalanan kariernya dimulai sejak 1992 silam. Yaitu di CV Kudus Jaya Group sebagai staf administrasi. Namun tak berjalan lama. Hanya satu tahun atau sampai 1993.

Selanjutnya, alumnus D3 Stikubank Semarang (Keu & PB) dan S1 Unigoro Bojonegoro (SIP) ini, pindah bekerja di Bank BPD Jateng sebagai marketing, petugas DPLK, dan customer service (CSR) hingga 1999. Berkat keuletannya, dia menjadi manajer di Koperasi Karyawan (Kopkar) Manunggal (1999-2007).

Selanjutnya, pada April hingga Desember 2007 dia menjabat sebagai direktur Umum dan Pemasaran DI PD BPR Kabupaten Dati II Blora. Karena prestasi bagus, pada Desember 2007 hingga sekarang diangkat dan menjabat sebagai direktur utama PD BPR Blora.

”Saat itu aset PD BPR Blora hanya Rp 4,4 miliar. Alhamdulillah sekarang bisa membawa merangkak naik menjadi Rp 51,7 miliar,” ucap pendiri atau pembina Yayasan Mitra Amanah Sejahtera (MAS) Perhimpunan PD Bank Pasar Jateng dan DIJ ini.

Berkat kepemimpinannya tersebut, PD BPR Blora mengalami peningkatan yang  signifikan. Salah satu contohnya bisa dilihat selama empat tahun terakhir. Di mana aset PD BPR Blora terus mengalami kenaikan.

Pada 2015 lalu asetnya ada Rp 30,9 miliar. Tahun berikutnya, pada 2016 naik menjadi Rp 36,2 miliar. Naik lagi menjadi Rp 38,6 miliar pada 2017. Sementara 2018 melejit menjadi Rp 51,7 miliar.

Begitu juga dengan tabungan, deposito, kredit, dan laba juga terus mengalami kenaikan. Pada 2015 lalu misalnya. Tabungan di BPR yang dia pimpin mencapai Rp 9,5 miliar. Tahun berikutnya, naik menjadi Rp 11,3 miliar. Begitu juga tahun selanjutnya naik menjadi Rp 11,2 miliar dan akhir 2018 lalu, naik lagi menjadi Rp 13,6 miliar.

Jumlah deposito juga merangkak naik. Pada 2015 jumlahnya ada Rp 6,4 miliar. Pada 2016 menjadi Rp 9,7 miliar, 2017 naik menjadi Rp 10,9 miliar, dan 2018 menjadi Rp 18,2 miliar.

Peningkatan demi peningkatan itu, bukan hanya karena dia memerintah. Namun, dia juga terjun langsung ke lapangan. ”Saya mendatangi dinas, instansi, rumah ibadah, sekolah favorit, hingga rumah-rumah. Tujuannya tak lain untuk menggaet nasabah,” terangnya.

Dia berkisah, dulunya saat turun ke lapangan dia memakai motor buntut. Namun, sekarang kantor sudah punya mobil.

Meski PD BPR Blora mengalami kenaikan, pengurus Perbamida Wilayah Jateng & DIJ ini, mengaku masih perlu dukungan dari berbagai pihak. Baik pemerintah dan lainnya. Salah satunya, supaya BPR bisa diberi porsi oleh pemerintah. Di antaranya untuk menyimpan Dana Desa (DD), gaji guru kontrak, BPJS, BLUD, dan lainnya.

”Kami ingin bank-bank yang ada di Blora bisa lebih bersinergi lebih baik, sehingga bisa sama-sama berkembang,” harap Pengurus Forkom IJK, OJK KR 3 Jateng & DIJ ini.

Selain melakukan terjun langsung ke nasabah, Arief Syamsuhuda juga terus berupaya memotivasi para karyawan. Termasuk terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) karyawan. ”Kompetensi selalu kami tingkatkan. Di antaranya mengirim karyawan ikut sertifikasi, diklat, dan lainnya. Jika karyawan berkualitas, perusahaan bakal sehat,” terangnya.

Kesejahteraan karyawan juga diperhatikan. Di PD BPR Blora tidak ada karyawan yang gajinya di bawah upah minimum regional (UMR). Begitu juga dengan status kepegawaiannya, tak pernah mengenal outsourcing. ”Setelah karyawan bekerja dua tahun dengan baik, diangkat menjadi pegawai tetap. Jadi ada kepastian kerja,” ucapnya.

Tak hanya itu, karyawan juga diberikan fasilitas kredit lunak. Tujuannya, karyawan bisa untuk membeli rumah dan lainnya. Termasuk pemberian tunjangan pencapaian target. ”Harapannya tahun ini bisa lebih baik lagi dan maksimal. Karena 100 persen PD BPR Blora milik pemkab. Semoga ke depan semua wilayah Blora bisa ada kantor kas PD BPR Blora,” harap pengawas Yayasan Perbarindo Sejahtera Jawa Tengah ini.

Meski banyak kegiatan, dia juga tidak lupa membagi waktu bersama keluarga. ”Pas libur saya gunakan untuk bersama keluarga. Mulai olahraga bareng, makan bareng, dan lainnya. Ini untuk menjalin keharmonisan bersama keluarga. Kadang juga berwisata bareng. Ini cara saya menjaga hubungan dengan anak-anak,” imbuh ketua Perbasi Kabupaten Blora ini. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia