Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Produk UKM Kota Garam Tembus Pasar Internasional

20 Maret 2019, 15: 34: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Regional Relation dan CSR Sampoerna, Kukut Dwi Kristianto dan Program Koordinator Bedo, Hanung memberikan sertifikat pada pelaku UKM.

PEDULI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Regional Relation dan CSR Sampoerna, Kukut Dwi Kristianto dan Program Koordinator Bedo, Hanung memberikan sertifikat pada pelaku UKM. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Lebih dari tiga bulan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Garam dibekali pemberdayaan. Pelakunya tak hanya diberikan modul, namun produk lokal juga bakal dipasarkan hingga mancanegara.

Kegiatan pelatihan membawa manfaat bagi pelaku UMK, tidak hanya transfer ilmu. Namun mereka diberikan kesempatan bertemu buyer dan eksportir yang biasa kirimkan barang Indonesia ke Eropa dan Amerika.

Salah satunya yang telah Go Internasional kerajinan sapu lidi dan sapu serabut kelapa. Mereka mendapatkan pemesanan dari negara Swiss. Tentu tidak hanya ini saja yang bertengger, namun produk UKM lainnya siap bersaing di kancah internasional.

Keberhasilan ini tidak lepas pembinaan Bidang Perindustrian bersama Business and Export Development Organization (Bedo). Bedo sendiri merupakan operator yang menjalankan program Score (Sustaining Competitive dan Responsible Enterprises).

Program ini mendapatkan dana CSR Sampoerna Untuk Indonesia. Program ini sebelumnya telah dijalankan di 5 kota di Indonesia dan 15 negara. Salah satunya kabupaten Rembang yang terpilih menjadi sasarannya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan apresiasi PT. Sampoerna dan yayasan Bedo yang telah menggembleng, membimbing dan arahkan pelaku UKM. Makanya setelah penutupan  Bidang Perindustrian diminta mengawal.

”Jangan sampai program ini tidak ada tindak lanjut. Maka saya minta Dinas Indakop rancangan tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan,” dorongannya.

Regional Relation dan CSR Sampoerna, Kukut Dwi Kristianto mengharapkan UKM Rembang dapat terus berkembang dan maju bersama. Utamanya mewujudkan visi Kabupaten Rembang membangun sumber daya unggul berbasis kewirausahaan.

”Sampoerna tidak dapat berjalan sendiri, makanya menggandeng Bedo dan pemerintah. Untuk itulah kami berkolaborasi untuk memajukan Rembang lebih baik,” ujarnya.

Terpisah Program Koordinator Bedo, Hanung mengatakan program yang diberikan tidak sekadar workshop sampai tiga kali. Tetapi pendampingan presentasi dan visit. Setelah itu membuat rencana aksi masing-masing UKM.

”Aksi inilah yang kami tagih perubahannya. Mereka harus laporkan dalam bentuk foto di WA masing-masing trainer (sebelum dan sesudah, red),” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia