Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Undian Pembagian Lapak Dinilai Bermasalah, Pedagang Pasar Kirig Protes

20 Maret 2019, 14: 40: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

PROTES PEMBAGIAN LAPAK: Puluhan pedagang di pasar Prapat Desa Mejobo Kecamatan Mejobo memprotes atas pembagian lapak ke Dinas Perdagangan Kudus.

PROTES PEMBAGIAN LAPAK: Puluhan pedagang di pasar Prapat Desa Mejobo Kecamatan Mejobo memprotes atas pembagian lapak ke Dinas Perdagangan Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

MEJOBO – Puluhan pedagang di pasar Prapat Desa Kirig, Mejobo, protes karena merasa tak adil pembagian lapak kepada Dinas Perdagangan Kudus kemarin. Mereka meluapkan kekesalannya pada saat Kabid Pengelolaan Pasar Andi Imam Santoso bersama Kasi Pendapatan, Ketertiban, dan Kebersihan Moch. Kaden menyambangi pasar tersebut.

Salah satu pedagang Yanti, mengatakan, protes ini sebetulnya dipicu oleh ketidakpuasan beberapa pedagang karena tempatnya tidak dapat berdampingan. Pedagang yang memiliki dua tempat itu, ternyata tidak memasukkan satu berkas tetapi dua berkas. Sehingga ketika diundi maka lapak yang diterima tidak dapat berdampingan.

Sebetulnya lanjut Yanti, pihak Dinas Perdagangan sudah menyosialisasikan masalah pengundian kepada para pedagang sebanyak dua kali. Ia dan pedagang yang memiliki dua atau lebih los untuk melaporkan. Sehingga bila diundi maka lapaknya akan berdampingan.

”Ya sebenarnya yang bermasalah pedagang yang memiliki dua lapak. Mereka protes karena lapak mereka tidak bisa berdampingan saat diundi.Makanya mereka protes. Nah, ujung-unjungnya berpengaruh juga dengan pedagang lainnya yang sudah sesuai aturan pengundian,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang protes Tumijah, mengatakan, tidak terima atas hasil pengudian lapak yang dilakukan Dinas Perdagangan. Menurutnya, sebagai pedagang yang telah lama berjualan di pasar tersebut, ia menginginkan agar tata letak lapak pedagang bisa kembali lagi seperti sediakala. ”Saya pinginnya memperoleh tempat seperti dulu, karena saya udah lama berdagang di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan Pasar Andi Imam Santoso mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari solusi. Ditegaskannya, semua pedagang yang biasa berjualan di pasar Prapat akan mendapatkan tempat.

”Kami tidak akan memasukkan pedagang baru. Untuk itu, meminta kepada pedagang yang merasa belum mendapatkan tempat agar bersabar, karena semua pedagang nantinya dapat berjualan di lokasi yang baru di bangun,” ungkapnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia