Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Puluhan Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati Misterius, Diduga Diracun

20 Maret 2019, 10: 34: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

Puluhan Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati Misterius, Diduga Diracun

JEPARA – Puluhan hiu di penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, mati mendadak. Pemilik penangkaran menduga, hiu-hiu itu mati akibat diracun. Saat ini, pemilik telah melapor pada pihak kepolisian dan membawa sampel untuk dicek di laboratorium.

Pemilik penangkaran Minarno (Tjoen Ming) menceritakan, hiu mati mendadak ini terjadi pada Kamis (7/3) lalu. Sekitar pukul 04.00, salah satu penjaga di kolam penangkaran hiu Pulau Menjangan Besar bangun hendak ke kamar kecil. Kemudian melihat hiu-hiu menggelepar.

Penjaga tersebut kemudian membangunkan penjaga lain dan melihat hiu-hiu sudah mati. Ikan-ikan kecil dan terumbu karang di dua kolam itu juga mati. ”Sekitar pukul 05.00, penjaga melaporkan kejadian tersebut pada saya melalui telepon. Karena saya tidak berada di tempat saat itu,” kata Tjoen Ming kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit.

TRAGIS: Bangkai hiu-hiu di dua kolam penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jepara, mati mendadak. Bangkai ini kemudian dibakar agar tak menyebarkan penyakit. (TJOEN MING FOR RADAR KUDUS)

Tjoen Ming melanjutkan, semua hiu dari dua kolam penangkaran mati. Jumlahnya mencapai 100 ekor. Tak hanya hiu, ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang ada di dua kolam itu, juga ikut mati.

”Hiu-hiu yang mati itu semua indukan. Usianya kira-kira 40 tahun. Kalau hiu yang anakan selalu saya pindah dan tempatkan di kolam terpisah di bagian belakang, supaya tidak berebut makanan. Hiu anakan semuanya masih hidup,” ungkapnya.

Tjoen Ming mengaku kaget mendengar laporan dari penjaga penangkaran hiu miliknya. Sebab, dia menilai hiu indukan daya tahannya tinggi dan tidak mudah mati. ”Karena itu saya menduga seperti ada yang ”mengerjai”. Karena warna air di kolam penangkaran dan di luar kolam berbeda,” jelasnya.

Laki-laki yang mengembangkan penangkaran hiu sejak 1966 itu, menyampaikan, dia kemudian meminta penjaga mengambil sampel daging hiu dan air kolam untuk dibawa ke laboratorium. ”Saya sudah melapor pada pihak kepolisian (Polda Jateng). Hiu-hiu itu kemudian kami bakar supaya tidak menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Disinggung mengenai kerugian yang dialaminya, Tjoen Ming mengaku tidak bisa menaksir. ”Selama ini saya tidak pernah jual ikan. Kalau ada yang minta indukan untuk dikembangkan justru saya kasih. Bukan masalah nominal, tetapi saya sangat kecewa karena hiu-hiu itu saya rawat sejak kecil dan sudah jinak,” katanya.

Terpisah, Saptagus Karnanejeng Rahmadi, camat Karimunjawa saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai kasus ini. ”Kewenangannya tidak di kami. Jadi, belum bisa berkomentar,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa membenarkan kejadian ini. Kepala BTN Karimunjawa Agus Prabowo, menyatakan, pihaknya menerima informasi terkait adanya hiu mati secara mendadak yang terdapat di kolam pemeliharaan hiu di Pulau Menjangan Besar pada Selasa (12/3) lalu.

Pihak BTN Karimunjawa juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Namun, sesampainya di lokasi mereka tidak menjumpai hiu mati. Sebaliknya, ada 10 ekor hiu hidup di kolam berjaring.

Pihak BTN Karimunjawa kemudian menggali keterangan lebih lanjut dari penjaga kolam penangkaran. ”Jumlah hiu yang dijumpai mati di dasar kolam ada sebanyak 40 hingga 45 dan dua ekor masih bisa diselamatkan dengan memindahkan ke keramba lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemilik telah melaporkan pada pihak kepolisian dan mengambil sampel untuk dibawa ke laboratorium. ”Itu untuk memastikan penyebab kematian hiu-hiu tersebut,” imbuhnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia