Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Peningkatan Pendikar Marino lewat Ekstrakurikuler Pramuka

20 Maret 2019, 09: 34: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

Yamin, S.Pd. M.Pd.; Guru SDN Pati Kidul 01 Pati

Yamin, S.Pd. M.Pd.; Guru SDN Pati Kidul 01 Pati (dok pribadi)

PERATURAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan dinyatakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan. Hal itu untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah pikir, dan olahraga. Melibatkan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Sekolah Dasar Negeri Pati Kidul 01 Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, telah menerapkan nilai karakter. Melalui pembiasaan baik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan penanaman karakter sekolah itu di antaranya ujian atau ulangan kelas tidak menyontek temannya. Diskusi saat kerja kelompok. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran dimulai dan lain-lain.

Dalam Kurukulum 2013 kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan kegiatan wajib bagi semua siswa baik siswa SD, SMP, maupun SLTA.  Selain diterapkan dalam pembelajaran di dalam kelas, nilai karakter juga bisa diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah kegitan pramuka. Nilai karakter yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri Pati Kidul 01 meliputi mandiri, relegius, integritas, nasionalisme, dan gotong royong (Marino).

Pada siswa kelas I kegiatan pramuka diterapkan pada saat ada kegiatan masa orientasi peserta didik baru (MOPDB). Sedangkan pada siswa kelas dua kegiatan pramuka dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kelas III sampai kelas VI dilaksanakan di luar kelas pada waktu  sore hari. SD Negeri Pati Kidul 01 juga telah mengimplementasi penanaman nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Pertama mandiri. Implementasi penanaman nilai karakter mandiri pada peserta didik bisa terlihat ketika siswa mengikuti upacara pembukaan dan penutupan latihan pramuka di lapangan. Saat kegiatan pramuka akan dimulai maupun diakhiri. Kedua religius. Setiap kegiatan selalu diawali dan diakhiri dengan berdoa. Saat berdoa diharapkan siswa bisa khusyuk memohon kepada Allah. Ketiga integritas. Implementasi penerapan nilai karakter integritas bisa dilihat dari cara siswa berinteraksi dengan temannya, bersatu, kompak dalam satu regunya. Baik sebagai petugas maupun peserta upacara. Keempat nasionalisme. Implementasi nilai karakter ini bisa tercemin bagaimana siswa menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai tempat latihan pramuka. Kelima gotong royong. Implementasi penerapan nilai karakter gotong royong dalam kegiatan pramuka terlihat pada pelaksanaan kegiatan persami (perkemahan Sabtu Minggu). Yaitu pada saat mendirikan tenda. Menyelesaikan tugas dari pembinanya. Kedua kegiatan itu tidak akan bisa selesai dengan baik tanpa adanya gotong royong.

Penanaman nilai karakter yang tertuang dalam PPK bisa diterapkan di mana saja. Di lingkunagan sekolah pengembangan nilai karakter dapat dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Di rumah melalui kegiatan membantu pekerjaan orang tua, salat lima waktu, mengerjakan tugas kelompok dan lain-lain. Di masyarakat pengembangan karakter dilaksanakan melalui kegiatan kerja bakti masyarakat di lingkungan sekitar. Oleh sebab itu pengembangan penanaman nilai karakter pada siswa tidak hanya dilakukan di dalam sekolah saja tetapi juga bisa dilakukan di luar sekolah. Itu sangat penting dalam mengembangkan nilai karakter siswa. Oleh karena itu, sudah merupakan kewajiban kita semua selaku pendidik untuk mengembangkan penanaman nilai karakter pada siswa di mana pun kita berada. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia