Senin, 23 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Usai Audiensi, Paguyuban PKL Diminta Ikut Merawat Taman Seribu Lampu

19 Maret 2019, 11: 35: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

BAKAL DITATA: Pemkab Blora akan menata Taman Seribu Lampu dan membangun shelter bagi Pedagang Kaki Lima (PKL).

BAKAL DITATA: Pemkab Blora akan menata Taman Seribu Lampu dan membangun shelter bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Perwakilan para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Taman Seribu Lampu Cepu menemui Bupati Blora Djoko Nugroho belum lama ini. Mereka meminta kejelasan nasib untuk bisa berjualan di taman tersebut, setelah proses penataan.

Semenjak Pemkab Blora berencana melakukan penataan kembali Taman Seribu Lampu, dan merelokasi para pedagang di sana, mereka merasa resah. Hal ini dikarenakan para pedagang di Taman Seribu Lampu merasa tidak dilibatkan dalam penataan tersebut. Mereka juga khawatir setelah penataan selesai dilakukan, tidak dapat kembali berjualan di lokasi semula.

Edy, ketua Paguyuban PKL Taman Seribu Lampu menyampaikan apa yang menjadi aspirasi para pedagang. ”Di sini kami ingin kejelasan tentang nasib para pedagang Taman Seribu Lampu. Kami sangat berharap Pak Bupati dapat mengambil keputusan yang baik bagi kami,” ungkap Edy.

CARI JALAN TENGAH: Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin audiensi bersama PKL Taman Seribu Lampu.

CARI JALAN TENGAH: Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin audiensi bersama PKL Taman Seribu Lampu. (HUMAS PEMKAB BLORA FOR RADAR KUDUS)

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, tahun ini Pemkab Blora memang akan melakukan penataan ulang terhadap Taman Seribu Lampu di Cepu. Penataan ini meliputi pembangunan jembatan tematik, pelebaran jalan, penataan pohon, penataan kelistrikan, dan pembuatan shelter PKL agar lokasi ini menjadi indah dan nyaman.

”Nanti para PKL akan tetap berjualan di Taman Seribu lampu di shelter-shelter yang sudah disediakan. Jangan di luar shelter. Jadi rencana semula saya bahwa Pemkab Blora akan membangun shelter PKL di depan SD Internasional itu saya batalkan,” lanjut Bupati disambut tepuk tangan para perwakilan pedagang.

Namun, Djoko Nugroho meminta kepada para pedagang agar turut serta dalam menjaga kebersihan dan ketertiban taman. Hal ini dia tekankan mengingat sebentar lagi di Cepu akan dibangun Bandara Ngloram.

Mendengar langsung penjelasan bupati, Edy menyatakan kesanggupannya memenuhi keinginan dari Bupati. Paguyuban PKL Taman Seribu Lampu bersedia menjaga kebersihan dan ketertiban di lokasi tersebut.

”Kami sepenuhnya mendukung rencana Pak Bupati. Semua fasilitas yang nantinya disediakan oleh Pemkab Blora, termasuk pembangunan MCK menjadi tanggung jawab paguyuban untuk merawat dan menjaga,” ujar Edy. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia