Senin, 23 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Menumbuhkan Minat Pendidikan Jasmani melalui Permainan Tradisional

19 Maret 2019, 09: 55: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

Praptingsih, S.Pd.; Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMKN 1 Purwodadi, Grobogan

Praptingsih, S.Pd.; Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMKN 1 Purwodadi, Grobogan (dok pribadi)

Share this      

DI era globalisasi ini, masyarakat sudah banyak meninggalkan permainan tradisional. Hal ini disebabkan kurangnya lahan maupun minat memainkan permainan tersebut. Ditambah lagi anak-anak lebih tertarik bermain dengan gadget. Alasannya lebih praktis.

Fenomena ini, menyebabkan berkurangnya pola interaksi sosial di kalangan anak-anak. Menjadikan anak-anak malas bergerak. Permainan tradisional salah satu olahraga yang miliki banyak gerak. Salah satu media yang cocok untuk memotivasi dan meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa dalam pelajaran pendidikan jasmani.

Dengan pola permainan tradisional, siswa akan berolahraga tapi tidak terasa. Permainan tradisional dapat dilaksanakan untuk pemanasan sebelum menuju inti pelajaran. Tetapi tetap harus mengarah pada inti pelajaran. Contoh permainan tradisional yang bisa digunakan beteng-betengan, gobak sodor, lompat karet, ularnaga, dan masih banyak lagi yang bisa dipraktikkan.

Kenapa dipilih permainan tradisional? Salah satu alasannya diharapkan bisa menambah motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Di dalamnya terdapat kesenangan dan kegembiraan. Permainan tradisional juga sebagai media pembelajaran motorik bagi siswa yang menyenangkan. Hal ini dikarenakan permainan tradisional mempunyai syarat teknik yang berupa kekuatan tubuh, kecepatan gerak, dan reaksi.

Salah satu contoh permainan gobak sodor. Permainan ini, dimainkan beregu dengan tiap regu beranggotakan 6-10 siswa. Dengan bermain gobak sodor, siswa bisa aktif berlari dan berinisiatif mencari cara bagaimana bisa lolos dari hadangan dan yang jaga bisa berpikir bagaimana agar lawan tidak bisa mudah lolos.

Dengan keaktifan dan inisiatif siswa yang muncul saat bermain gobak sodor akan menumbuhkan daya pikir siswa mengikuti materi-materi lain dalam pelajaran yang sama. Intinya, dengan permainan tradisional dapat membangkitkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani yang mungin dirasakan sebagian siswa. Pelajaran yang membosankan dan melelahkan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan menyehatkan.

Pada dasarnya pelajaran pendidikan jasmani membutuhkan energi bisa melakukan aktivitas dalam gerakan-gerakan yang harus diikuti dalam setiap materi. Sedangkan materi pelajaran pendidikan jasmani yang berhubungan dengan contoh permainan tradisional di atas adalah permainan bola basket dan permainan sepak bola.

Permainan gobak sodor diterapkan pada awal atau pendahuluan pelajaran. Yaitu dalam pemanasan, dengan merangsang siswa untuk bergerak dan berinisiatif dalam bermain serta akan menumbuhkan minat untuk mengikuti materi  pelajaran selanjutnya.

Permainan tradisional juga akan terjadi interaksi sosial. Karena dalam permainan tradisional siswa dimungkinkan bermain secara kelompok dan sering berinteraksi dengan teman serta guru yang memberikan arahan. Sehingga siswa lebih akrab dan dapat bekerja sama dengan siswa lainnya. Berarti permainan tradisional juga sarana pendidikan karakter pada siswa.

Pendidikan karakter melalui proses belajar-mengajar di sekolah yang diintegrasikan dalam pendidikan jasmani. Melalui olahraga orang akan belajar banyak hal tentang nilai keutamaan hidup seperti nilai persamaan dan kebersamaan, fair play, kedisiplinan, dan tanggung jawab serta perjuangan.

Pembentukan karakter siswa melalui permainan tradisional antara lain cenderung menggunakan sarana dan fasilisitas di sekitar lingkungan sekitar. Sehingga perlu daya imajinasi dan kreativitas siswa. Permainan tradisional melibatkan pemain yang relatif banyak, sehingga akan terjadi interaksi yang positif.

Permainan tradisional juga memiliki nilai-nilai luhur dan pesan moral. Antara lain, nilai kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, sikap lapang dada, dorongan berprestasi, dan taat pada aturan. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia