Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Badan POM Bekali Warga untuk Waspada Obat dan Makanan Berbahaya

19 Maret 2019, 09: 03: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: BPOM menggandeng Komisi IX DPR RI sosialisasikan pengecekan produk Obat dan Makanan  di website BPOM.

SOSIALISASI: BPOM menggandeng Komisi IX DPR RI sosialisasikan pengecekan produk Obat dan Makanan  di website BPOM. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN - Masih banyak beredarnya sejumlah bahan berbahaya di dalam kosmetik dan obat-obatan, menimbulkan keresahan berbagai kalangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso dan Sumarjanti Arjoso ikut mengemukakan masalah tersebut.

Sosialisasi itu berlangsung di dua tempat. Yakni di Gedung PGRI Grobogan dan di GOR Tegowanu Wetan. Dalam sosialisasi itu juga dihadiri Kapusdatin BPOM Roby Darmawan, Balai Besar POM di Semarang Asih Lisa Restanti, dan Kadinkes Grobogan Slamet Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menyampaikan akses jual-beli sudah dipermudah melalui e-commerce. Tentu sebagai konsumen harus paham barang yang akan dibeli. Maka harus dicek nomor izin edar di Website hingga aplikasi BPOM terlebih dulu.

(INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

”Konsumen harus cek kemasan, label, cek izin edar dan kedaluwarsa. Jika semua terpenuhi baru boleh dikonsumsi,” tegasnya.

Menurutnya, sekarang ini banyak masyarakat yang mengidap penyakit aneh. ”Itu karena pengaruh bahan-bahan berbahaya yang masuk di obat maupun kosmetik yang mereka konsumsi,” tegasnya.

Sedangkan, Kapusdatin BPOM Roby Darmawan menyampaikan masyarakat harus mengingat nomor pengecekan melalui ponsel maupun website dan aplikasi. Terlebih setiap jenis (obat, pangan, kosmetik dan obat tradisional, Red) berbeda kode yang dimasukkan.

Pihaknya menyarankan kepada masyarakat supaya lebih jeli dengan cara mengecek nomor izin edar di aplikasi cek BPOM. ”Cek di aplikasi tersebut. Jika tak muncul keterangannya, itu berarti ilegal,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat tak hanya mendapat ilmu mengenai bahaya obat dan makanan. Namun masyarakat disuguhi berbagai macam produk obat serta makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Tak hanya itu, masyarakat juga dibekali bagaimana mengetahui obat-obatan dan juga makanan yang berbahaya untuk tidak dikonsumsi. ”Banyak produk pangan dan obat yang berbahaya. Celakanya ada beberapa brand kenamaan yang dipalsu. Makanya kegiatan sosialisai semacam ini perlu disuguhkan pada masyarakat luas,” ungkap Kl Asih Lisa dari Balai POM di Semarang.

(ks/int/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia