Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Kreativitas Peserta Didik di Era Abad 21 Itu Dibutuhkan

19 Maret 2019, 08: 39: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

Nunuk Budi K, S.Pd, M.Pd.; Guru Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMKN 1 Purwodadi, Grobogan.

Nunuk Budi K, S.Pd, M.Pd.; Guru Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMKN 1 Purwodadi, Grobogan. (dok pribadi)

STRUKTUR keterampilan abad 21 pada tahun 2015 sebagai berikut. Pertama, pemecahan masalah yang kompleks. Kerjasama. Manajemen orang. Berpikir kritis. Negosiasi. Kontrol kualitas. Orientasi layanan. Penilaian dan pengambilan keputusan. Mendengarkan secara aktif, dan kreativitas.

Pada tahun 2020 struktur kerja berubah menjadi pemecahan masalah yang kompleks. Berpikir kritis. Kreativitas. Manajemen orang. Kerja sama dengan orang lain. Kecerdasan emosional. Penilaian dan pengambilan keputusan. Orientasi layanan. Negosiasi dan fleksibilitas kognitif (Irianto, 2017).

Sesuai dengan Permendiknas N0. 34 Tahun 2018 lampiran 1 dinyatakan bahwa beberapa Standar Kompetensi Lulusan (SKL) bagi peserta didik untuk jenjang SMK adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebangsaan dan cinta tanah air. Karakter pribadi dan sosial. Literasi. Kesehatan jasmani dan rohani. Kreativitas. Estetika. Kemampuan teknis dan kewirausahaan.

Antara SKL dan keterampilan abad 21 ada hubungannya. Selama proses pembelajaran di sekolah menengah kejuruan guru memegang peranan penting dalam peningkatan kompetensi lulusan yang diharapkan.

Gejala tentang rendahnya mutu pendidikan dewasa ini di antaranya muncul dalam bentuk rendahnya kreativitas para lulusan. Padahal itu cerminan dari tingkat berpikirnya yang rendah. Sudah tentu ini merupakan produk pendidikan dari sistem pendidikan yang kurang atau bahkan tidak mengembangkan keseluruhan dimensi psikologis individu. Baik dimensi kognitif, afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Dimensi psikologis yang tampaknya kurang mendapat perhatian dari sistem pendidikan dewasa ini adalah aspek kreativitas. Sebab kreativitas dapat melahirkan inovasi yang mengendap dalam manifestasi budaya. Melalui kreativitas itulah kehidupan manusia menjadi penuh makna.

Utami Munandar (2014) banyak memberikan penjelasan mengenai pentingnya kreativitas. Antara lain kreativitas adalah esensial untuk pertumbuhan dan keberhasilan pribadi. Sangat vital untuk pembangunan Indonesia. Sehubungan dengan ini peranan orang tua, guru, dan masyarakat amat menentukan.

Pengembangan sumber daya berkualitas yang mampu mengantar Indonesia ke posisi terkemuka, paling tidak sejajar dengan negara-negara lain, baik dalam pembangunan ekonomi, politik, maupun sosial-budaya, pada hakekatnya menuntut komitmen kita untuk dua hal. Yaitu penemukenalan dan pengembangan bakat-bakat unggul dalam berbagai bidang. Penumpukan dan pengembangan kreativitas yang pada dasarnya dimiliki setiap orang, tetapi perlu ditemukenali dan dirangsang sejak usia dini.

Selanjutnya perusahaan-perusahaan mengakui makna yang sangat besar dari gagasan-gagasan baru. Banyak departemen pemerintah mencari orang orang yang memiliki potensi kreatifinventif. Kebutuhan-kebutuhan ini belum cukup dapat dilayani. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas memang sangat dibutuhkan terutama berkaitan dengan pembangunan Indonesia yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki kreativitas tinggi.

Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreativitas sangatlah penting. Kreativitas dapat meningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas akan menghantarkan Indonesia ke posisi terkemuka, atau paling tidak sejajar dengan negara-negara lain, baik dalam pembangunan ekonomi, politik, maupun sosial budaya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia