Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Seni Penanaman Nilai Karakter dalam Pembelajaran PPKn

19 Maret 2019, 08: 29: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Muhamad Kusnan, S.Pd, M.Si.; Guru PPKn SMKN 1 Purwodadi, Grobogan

Muhamad Kusnan, S.Pd, M.Si.; Guru PPKn SMKN 1 Purwodadi, Grobogan (dok prinbadi)

Share this      

PENANAMAN nilai-nilai karakter peserta didik dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dirasa perlu untuk mempersiapkan generasi cerdas dan berbudi. Untuk mengawal tujuan tersebut, guru profesional harus mampu menjalankan fungsinya dengan benar.

Menurut teori Suryobroto (2009:21) guru harus mampu mengelola proses kegiatan belajar mengajar yang meliputi kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Tugas tersebut telah dilaksanakan para guru PPKn SMK Negeri 1 Purwodadi berupa penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diketahui oleh kepala sekolah.

SMK Negeri 1 Purwodadi telah menanamkan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajarannya PPKn melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Melalui kegiatan intrakurikuler, dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap materi pembelajaran di kelas sesuai yang direncanakan dalam RPP menggunakan pendekatan discovery learning/inquiry. Menanamkan nilai-nilai karakter pada kegiatan pembelajaran di kelas melalui diskusi kelompok. Menanamkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan-kegiatan pembiasaan (apel pagi pukul 06.45 WIB, berjabat tangan, pemberian salam, jamaah sholat wajib dan Salat Sunah Dhuha, pembacaan doa mengawali aktivitas, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kegiatan Jumat sehat di pekan pertama setiap bulan, Jumat bersih dan peduli lingkungan, serta kegiatan literasi). Menanamkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan-kegiatan peringatan hari besar nasional dan hari besar keagamaan. Memberikan penilaian pendidikan karakter melalui penilaiaan sikap dan perilaku.

Selanjutnya melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan cara menanamkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler, seni dan budaya (seni musik, bengkel kreativitas). Menanamkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga (pencak silat, basket, bola voli, bulu tangkis,). Menanamkan jiwa religius (dalam kegiatan kerohanian). Penanaman jiwa nasionalis dan patriotis (kegiatan pramuka dan pasbara). Kegiatan sosial dan kesehatan (kegiatan palang merah remaja dan donor darah bekerja sama dengan UTDC Kabupaten Grobogan).

Menurut teori Maksudin (2013:61) bahwa pendidikan nilai moral (karakter) hanya dimungkinkan apabila nilai-nilai diberikan melalui praktik-praktik hidup siswa itu sendiri. Tidak hanya penilaian kognitif. Seperti pada ulangan harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester, pemberian tugas. Namun juga dalam praktik keseharian yang dinilai dari kegiatan pembiasaan, kegiatan ekstrakurikuler, dan sikap perilakunya dalam kegiatan belajar mengajar.

Hambatan penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PPKn meliputi; pertama berasal dari guru, yakni keterbatasan dalam mendesain RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Keterbatasan dalam dalam penggunaan media, sumber, dan metode belajar yang lebih variatif serta pemanfaatan IT. Kedua, berasal dari siswa, berupa karakter bawaan sebagian kecil enggan belajar. Ketiga, bersumber dari kurikulum yakni keterbatasan jumlah jam pelajaran  hanya dua per minggu.

Jalan keluar yang ditempuh dalam penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PPKn antara lain. Pertama, hambatan yang berasal dari guru dilaksanakan dengan mengikutsertakan guru mapel dalam Diklat Kurikulum 2013. Aktif dalam mengikuti MGMP PPKn.

Kedua, hambatan dari siswa melalui pendekatan psikologis yakni program pembiasaan, keteladanan, bimbingan guru, dan kepala sekolah. Ketiga, hambatan yang berasal dari keterbatasan jumlah jam pelajaran dilakukan program kerja sama dan koordinasi dengan guru mata pelajaran lain agar memasukkan nilai-nilai karakter dalam mata pelajarannya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia