Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Jadi Program RPJMD Perubahan, Jalur Kereta Api Diaktifkan Kembali

19 Maret 2019, 08: 16: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

MASUKAN: Seorang pengendara sepeda motor melintas di eks stasiun Rembang Sabtu (16/3) kemarin. Pengaktifan jalur itu masuk dalam RPJMD perubahan 2016-2021.

MASUKAN: Seorang pengendara sepeda motor melintas di eks stasiun Rembang Sabtu (16/3) kemarin. Pengaktifan jalur itu masuk dalam RPJMD perubahan 2016-2021. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pengaktifan jalur kereta api di Kabupaten Rembang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) perubahan 2016-2021.

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Rembang Dwi Wahyuni ketika menyampaikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rancangan akhir perubahan RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021.

”Saat ini pemerintah pusat mulai mendata untuk reaktifasi jalur kereta api. Kini (pembangunan rel, Red) sudah dimulai jalur selatan. Sekarang perencanaan jalur tengah,” ungkapnya belum lama ini.

Setelah jalur selatan dan tengah selesai, periode selanjutnya jalur pantura. Di Jalur pantura akan dimulai 2025. ”Sehubungan dengan perubahan RPJMD, masukan dari provinsi, Rembang disuruh sekalian memasukkan (pengaktifan rel kereta api, Red) untuk 2021,” terangnya.

Sebelumnya Bupati Rembang Abdul Hafidz memaparkan setidaknya ada delapan rangkuman setelah dilaksanakan Perda Kabupaten Rembang Nomor 2 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021. Selama dua tahun anggaran (2016-2017) telah dilakukan kajian dan evaluasi terhadap dokumen.

”Hasilnya diperoleh soal perumusan terhadap kebijakan RPJMD. Substansi RPJM belum memuat arah kebijakan tahunan. Sehingga prioritas pembangunan Kabupaten Rembang setiap tahunnya sebagai pedoman penyusunan RKPD belum jelas arahnya,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia