Senin, 22 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

BKKBN Jateng Ajak Warga Cegah Pernikahan Usia Dini

19 Maret 2019, 08: 10: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

KB AKTIF: Anggota komisi IX DPR RI Soemarjati Arjoso (berkerudung) lakukan sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi.

KB AKTIF: Anggota komisi IX DPR RI Soemarjati Arjoso (berkerudung) lakukan sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah meminta warga tidak lakukan nikah muda. Hal itu diungkapkan perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rustam Adi saat melaksanakan program sosialisasi dan advokasi komunikasi, Informasi dan Edukasi  (KIE) program  Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (16/3) kemarin.

”Pasangan yang menikah di usia muda akan berdampak pada kesehatan, perekonomian, dan kematangan orang tua. Maka pernikahan dini harus dicegah dan dikendalikan agar tidak terjadi,” kata Rustam Adi.

Dijelaskannya, permasalahan pernikahan usia dini banyak terjadi di Kabupaten Grobogan. Hal itu dikarenakan proses perkawinan dilakukan terpaksa pada usia muda. Sebab, pasangan perempuan sudah hamil di luar nikah. Padahal perempuan baru berusia 15 tahun.

”Maka persoalan ini menjadikan rumah tangga belum matang. Usia hamil juga belum maksimal. Itu menjadikan persoalan perceraian tinggi,” ujarnya.

Untuk mencegah tersebut, BKKBN melakukan sosialisasi. Tujuannya kehamilan muda ditunda. Sampai siap untuk usia kehamilan. Yaitu di usia 21 tahun.  Sehingga program KB dianjurkan oleh warga masyarakat.

”Jadi program ini sangat baik. Untuk berikan penyadaran jika masih ada kayak ini tidak baik. Maka untuk kehamilan bisa ditunda dengan pakai alat kontrasepsi. Sehingga pasangan dapat mengelola ekonomi kesejahteraan bisa kelola. Ada program penggunaan alat KB IUD, implant, MOP dan MOW,” terang dia.

Anggota komisi IX DPR RI Sumarjati Aryoso menambahkan, program KB harus ditingkatkan di masyarakat. Yaitu dengan pemberian pemahaman penggunaan alat KB. Sehingga bisa mendukung program pemerintah dan kesejahteraan warga.

”Ayo kita sukseskan program KB. Salah satunya perencanaan matang untuk pembentukan keluarga,” terang dia. 

Acara sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan Kades Warukaranganyar Susilo, Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rustam Adi, Marwati dari BPKP Jawa Tengah dan Firmansyah SH dari TP4D Jawa Tengah. Kemudian, anggota Komisi X DPR RI Sumarjati Aryoso.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia