Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Ramai Sejak Pagi, Ratusan Warga Gagal Cetak E-KTP Gara-gara Ini

19 Maret 2019, 07: 55: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

RAMAI: Masyarakat mengantre layanan perekaman e-KTP di Rumah Jagong komplek alun-alun Jepara, Minggu (17/3) pagi kemarin.

RAMAI: Masyarakat mengantre layanan perekaman e-KTP di Rumah Jagong komplek alun-alun Jepara, Minggu (17/3) pagi kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Layanan perekaman KTP elektronik (e-KTP) di Rumah Jagong komplek alun-alun Jepara diserbu warga. Ratusan orang mengantre untuk mendapatkan layanan tersebut.

Sejak pukul 05.00 WIB warga sudah memadati lokasi. Setelah menunggu sekitar dua jam, layanan dibuka. Saat layanan baru dibuka, suasana cukup ramai. Sebagian bahkan berdesak-desakan untuk mengumpulkan persyaratan dan memperoleh antrean awal.

Warga yang belum melakukan perekaman dan belum memiliki e-KTP hanya diminta untuk mengumpulkan fotokopi kartu keluarga sebagai syarat untuk mendapatkan layanan.

Usai mengumpulkan fotokopi KK, mereka diminta keluar dan menunggu dipanggil satu persatu untuk melakukan perekaman. Selain melayani pembuatan e-KTP baru, layanan juga dibuka untuk warga yang e-KTP hilang, rusak hingga perubahan data. Layanan dibuka hingga pukul 11.00 WIB dengan mengerahkan 6 petugas mulai dari di bagian pengumpulan syarat, perekaman dan lainnya.

Sebenarnya pihak Disdukcapil Kabupaten Jepara menargetkan bisa langsung mencetak KTP elektronik usai warga melakukan perekaman. Hanya saja hal tersebut gagal dilakukan lantaran jaringan error. KTP elektronik cetak akan diberikan melalui kecamatan maksimal dua pekan mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil Jepara melalui Kasi Identitas Penduduk, Noor Akhmad. Ia mengatakan, layanan ini dikhususkan bagi warga yang saat ini belum memegang e-KTP. Tujuannya tak lain sebagai percepatan cakupan perekaman serta cetak e-KTP. Terlebih sebulan lagi akan digelar Pilkada di Jepara.

”Jangan sampai ada yang kehilangan hak pilih karena tidak memiliki e-KTP,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sebelumnya pihaknya menargetkan jumlah perekaman data baru sebanyak 250. Namun antusias warga cukup tinggi hingga jumlah perekaman data baru yang dilakukan kemarin mencapai sekitar 500. ”Rata-rata usia pemula yang sebelumnya belum pernah memiliki e-KTP,” tuturnya.

Sementara itu salah satu warga yang turut mengantre untuk mendapatkan layanan, Fadia Fara mengatakan, dia sengaja datang pagi-pagi untuk mendapatkan layanan perekaman e-KTP tersebut. Dia bahkan rela mengantre dengan kondisi kaki sakit.

Sebenarnya dia berharap e-KTP bisa dicetak hari itu juga sebagaimana yang disampaikan pihak Disdukcapil sebelumnya. ”Tapi tidak masalah karena dijanjikan dua pekan lagi dan bisa diambil di kecamatan,” tutur pelajar SMKN 3 Jepara ini.

Pada layanan perekaman e-KTP ini, tampak pula para lansia dan difabel. Mereka mendapatkan prioritas tanpa antre dan langsung dilayani. Mengenai capaian perekaman e-KTP sendiri saat ini sudah lebih dari 800 ribu orang atau sekitar 90 persen. 

(ks/emy/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia