Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Dalam Kurun Waktu 3 Tahun, Temuan Penyakit TBC di Pati Masih Rendah

Sekda Gencarkan Petugas Turun Lapangan

19 Maret 2019, 07: 22: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

PERANGI TBC: Ibu-ibu melakukan kegiatan senam dalam kegiatan Gebrak TBC di alun-alun simpanglima Pati, Minggu (17/3) kemarin.

PERANGI TBC: Ibu-ibu melakukan kegiatan senam dalam kegiatan Gebrak TBC di alun-alun simpanglima Pati, Minggu (17/3) kemarin. (HUMAS PEMKAB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Dalam kurun waktu tiga tahun, sejak 2016 sampai 2018, temuan kasus penyakit tubercolosis (TBC) di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Hanya 40 persen dari target yang ditentukan pemerintah.

Sekda Kabupaten Pati Suharyono mengungkapkan, untuk itu diperlukan komitmen dari semua pihak untuk pencegahan sekaligus pengendalian TBC. Hal itu dalam mewujudkan eliminasi TBC tahun 2030 mendatang.

”Kami meminta, terutama kepada puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, agar dapat memobilisasi sumber daya yang ada yaitu petugas kesehatannya serta kader, untuk melakukan koordinasi lintas sektor dalam rangka kegiatan penemuan terduga TBC sekaligus edukasi pencegahannya. Seperti di tingkat keluarga melalui pendekatan investigasi kontak,” jelas Sekda Suharyono dalam kegiatan Gerakan Berantas Kasus TBC (Gebrak TBC) di Alun-Alun Simpanglima Pati, Minggu (16/3) pagi kemarin. Kegiatan itu juga dalam rangka memeringati hari TBC sedunia yang jatuh 24 Maret mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, perwakilan anggota dewan dan juga masyarakat Kabupaten Pati, yang ikut kegiatan car free day (CFD).

Lebih lanjut, terkait mobilisasi dalam penanganan sekaligus pencegahan TBC ini Suharyono memberikan contoh. Misalnya petugas kesehatan diharapkan melakukan screening di pondok pesantren, asrama, komplek TNI dan polisi, lapas atau rutan, dan populasi kunci penyidap HIV/AIDS. Bisa saja melalui kegiatan screening itu bisa ditemukan kasus TBC. ”Kalau perlu bisa ditemukan sebanyak-banyaknya dan kemudian diobati secara maksimal, supaya tak menular lagi,” papar Sekda Suharyono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tak hanya itu, Suharyono juga meminta seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Pati diharuskan memberi pelayanan temukan TB obati sampai sembuh (TOSS TB) bermutu dan berpihak kepada pasien.

”Sehingga tak ada lagi pasien yang drop out atau gagal yang memunculkan masalah yang baru. Yaitu TBC resisten obat. Apabila mempunyai gejala TBC seperti batuk, demam, meriang, bisa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Suharyono menambahi.

Pihanya berharap, kegiatan Gebrak TBC ini mampu mengeliminasi khususnya untuk wilayah Kabupaten Pati pada 2027. Lebih cepat dari targetnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia