Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Viral Dorong Gerobak Sampah, Siswi Ini Dapat Reward dari Sekolah

19 Maret 2019, 06: 44: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI CONTOH: Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Chomawati memberikan reward kepada Vios Anggarestha yang peduli lingkungan.

JADI CONTOH: Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Chomawati memberikan reward kepada Vios Anggarestha yang peduli lingkungan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Vios Anggarestha siswi SMPN 1 Kota Garam mendapat penghargaan dari sekolahnya. Putri tukang reparasi elektronik keliling dan buruh pengeringan ikan tersebut, diapresiasi, lantaran kiprahnya peduli terhadap lingkungan.

Aksi yang dilakukan sempat viral. Karena pelajar kelas VIII, SMPN 1 Rembang tersebut tanpa di komando mengambil sampah di sekitarnya. Bahkan, tidak jarang mengangkut gerobak. Semua dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan teman.

 Ternyata ini dilakukan tidak hanya di sekolah. Namun setiap hari pengurus OSIS dan Pramuka ini menunjukkan kedisiplinan di rumah. Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati mengaku diluar dugaan saat kali pertama dirinya diamanahi sebagai kepala sekolah di awal tahun ini. Karena sebutan sekolah adiwiyata tidak terlihat. Justru sebaliknya sampah menggunung.

”Saya tidak percaya sebenarnya. Tapi saya lihat sampah menggunung hampir sepertiga lapangan upacara. Karena ganggu estetika tim lingkungan kami kumpulkan, salah satunya urusan lingkungan Pak Warijun,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (17/3) kemarin.

Peran sampah akhirnya dilakukan. Pihak sekolah menghadirkan truk dari Dinas Lingkungan Hidup, Rembang. Hal ini dilakukan selama tiga kali berturut-turut. Bahkan tidak jarang Isti menunggu sampai sore hari.

Setelah itu berlanjut program kerja bakti. Jika sebelumnya sebulan sekali, kini dipadatkan sepekan sekali hari Sabtu pagi. Ternyata dari pembiasaan ini membuat hati Vios Anggaresta tergerak hatinya peduli lingkungan.

”Tanpa kami suruh ambil dan memasukan gerobak sampah sendiri. Lalu gerobak di bawa menuju bak sampah. Aksi ini diketahui Pak Wariyun dan diambil foto dan video,” terangnya.

Karena inisiatif sadar lingkungan, sekolah memberikan kejutan. Dalam upacara hari Senin kemarin anak pasangan Samsul Hadi dan Ngatini diberikan reward. Wujudnya berupa tabungan dan buku pelajaran.

“Kami lihat potensi sampah plastik banyak. Jadi eman kalau hanya terbuang. Makanya saya ambilkan guru prakarya dan seni budaya. Ditambah petugas kebun,” jelasnya.

Selain perang sampah SMPN 1 Rembang baru saja borong prestasi. Terbaru Popda kabupaten yang beberapa waktu lalu diikuti. Antara lain yang menonjol Taekwondo, dengan enam emas, tolak peluru satu emas, pencak silat 1 emas.”Jika ditotal dapat delapan emas, 10 perak dan 5 perunggu. Atas capaian ini SMPN 1 Rembang mendapatkan juara umum ke-2. Setelah juara umum pertama disabet SMPN 2 Rembang,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia