Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Peringati HUT ke-45, PPNI Gelar Jalan Sehat Berhadiah Mobil

19 Maret 2019, 06: 20: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MERIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni memotong tumpeng bersama Ketua PPNI Jateng Edi Wuryanto pada HUT ke-45 PPNI di Alun-alun Purwodadi.

MERIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni memotong tumpeng bersama Ketua PPNI Jateng Edi Wuryanto pada HUT ke-45 PPNI di Alun-alun Purwodadi. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Puncak peringatan HUT ke-45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dipusatkan di Alun-alun Purwodadi. Acara itu berlangsung meriah. Sebanyak 12 ribu peserta dari berbagai daerah di Jateng mengikuti peringatan ini.

Di puncak acara ini, dimulai dengan jalan sehat. Keberangkatan dimulai dari Pendapa Grobogan menuju Jalan DI Panjaitan. Kemudian ke arah Jalan Siswamiharjo hingga ke R Suprapto untuk menuju finish ke alun-alun.

Selanjutnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni memotong tumpeng yang diserahkan kepada Ketua PPNI Jateng Edi Wuryanto. Selanjutanya pengundian doorprize. Ada pula kegiatan donor darah dari PMI, hingga kemeriahan hiburan dangdut.

UNDIAN HADIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni mengundi hadiah dalam  HUT Ke-45 PPNI.

UNDIAN HADIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni mengundi hadiah dalam  HUT Ke-45 PPNI. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Ketua PPNI Jateng Edi Wuryanto mengatakan, PPNI dan pemerintah adalah mata sisi yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling berkaitan. Untuk itu pihaknya berharap ke depan hubungan dengan masyarakat dan pemerintah semakin terjalin erat.

”Di usia yang baru ini menjadi usia yang matang bagi PPNI. Harapannya teman-teman perawat semakin memiliki kematangan berpikir dan bersikap,” tegasnya.

Pemilihan Grobogan menjadi tuan rumah, dia melanjutkan, karena Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) cukup tinggi. Maka ke depan perawat bisa membantu penurunan angka tersebut. Salah satunya dengan pembentukan komite keperawatan komunitas atau dikenal dengan ‘satu desa satu perawat’.

”Tentu harapan kami Grobogan bisa menjadi role model satu desa satu perawat. Dengan adanya perawat 24 jam melayani di desa tentunya akan memudahkan akses mereka untuk berobat,” paparnya.

TERBANGKAN BURUNG: PPNI bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni menerbangkan burung sebagai simbol pembukaan acara.

TERBANGKAN BURUNG: PPNI bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni menerbangkan burung sebagai simbol pembukaan acara. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Dalam momentum ulang tahun ini, Bupati Grobogan Sri Sumarni berpesan agar seluruh perawat semakin profesional dan maju. Namun tak hanya menjalankan fungsinya sebagai perawat saja, tapi menjadikan dirinya bermanfaat di lingkungan masyarakat.

”Pembangunan bidang kesehatan terus dilakukan dengan program nawacita untuk meningkatkan kualitas sehat. Pemerintah juga telah memberikan kemudahan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), dimana 80 persen KIS telah berhasil disalurkan. Serta pemerintah telah menaikkan anggaran kesehatan sebanyak 5 persen atau sekitar Rp 10 triliun” ungkapnya.

Sedangkan, Ketua DPD PPNI Grobogan Puji Krisdiantoro mengungkapkan Kabupaten Grobogan merupakan kota pinggiran yang satu-satunya terpilih menjadi tuan rumah.

”Tentu menjadi keuntungan sendiri bagi kami untuk mengenalkan Grobogan ke seluruh perawat. Mereka jadi tahu kondisi serta kenyamanan yang ada di daerah ini. Harapannya menjadi wadah terjalinnya persaudaraan yang mendalam,” ungkapnya.

YEE DAPAT SEPEDA: Salah satu peserta mendapatkan sepeda dalam acara ini.

YEE DAPAT SEPEDA: Salah satu peserta mendapatkan sepeda dalam acara ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia