Kamis, 20 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Bulan Depan Lelang, Eks Terminal Lama Streil Mulai Mei

19 Maret 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH KUMUH: Bangunan eks terminal lama di Jalan Brigjen Katamso harus steril pada Mei mendatang karena akan dibangun Pusat Kuliner oleh Pemkab Grobogan.

MASIH KUMUH: Bangunan eks terminal lama di Jalan Brigjen Katamso harus steril pada Mei mendatang karena akan dibangun Pusat Kuliner oleh Pemkab Grobogan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Bekas terminal lama di Jalan Brigjen Katamso mulai dikosongkan pada Mei mendatang. Itu, karena lokasi tersebut akan dibangun pusat kuliner. Bulan depan, Pemkab Grobogan mulai melelangkan pembangunan pusat kuliner itu.

Sebelumnya, bangunan tersebut sempat dipakai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sejak 30 Desember tahun lalu, pengoperasionalan TPS sudah beralih ke TPS Plendungan. Sehingga eks terminal lama mulai dikosongkan.

Sambil menunggu lelang pembangunan pusat kuliner, tempat tersebut belum disterilisasikan. Namun, lokasi itu justru dipakai delman sebagai tempat istirahat. ”Kemungkinan Mei baru benar-benar bersih dan kosong. Sebab target pengerjaan di triwulan III,” ungkap Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Sri Rahayu.

Bulan ini baru memasuki pengajuan lelang, kemungkinan bulan depan baru dilelangkan. Diungkapkan, pendirian pusat kuliner itu menggunakan APBD senilai Rp 1,99 miliar dengan pembuatan DED senilai Rp 75 juta.

Anggaran senilai Rp 1,99 miliar itu rencananya, akan diperuntukkan membangun los terbuka, toilet, parkir, wastafel, etalase, foodcourt, hingga musala. Bangunan itu berdiri di lahan seluas 1.233 meter persegi.

”Rencananya akan menampung 35 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitar Jalan Brigjen Katamso, Kolonel Sugiyono, dan Suhada. Tempat yang dibuat seperti los namun ada sekatnya. Satu blok seluas enam meter untuk menampung dua pedagang,” jelasnya.

Pemkab Grobogan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah melakukan pendataan PKL. Namun, masih banyak PKL yang belum mendapat tempat. ”Beberapa waktu lalu kami mendata PKL di alun-alun, eks terminal lama, MT Haryono, Jenderal Sudirman, dan di Segitiga Kencana. Hasilnya masih sisa 110 pedagang yang belum mendapat tempat,” keluhnya.

Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi agar pemkab segera mencari tempat untuk relokasi PKL yang berada di zona merah tersebut. ”Kami sudah minta aset pemkab untuk dijadikan tempat penataan PKL. Semoga segera ada solusi secepatnya,” harapnya.

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia