Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Menari Tradisional dengan Musik Modern

19 Maret 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Meifadela Banu Trisetyaningtyas

Meifadela Banu Trisetyaningtyas (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

MEIFADELA Banu Trisetyaningtyas berdiri menghadap penonton. Sementara dua kawannya itu di belakang membelakangi penonton. Musik tradisional Soleram diputar. Ia mulai berlenggok, terhanyut mengikuti irama. Beberapa menit musik berhenti. Ia tukar posisi dengan kawan yang dibelakang tadi. Berjongkok. Jubah batiknya dilepas. Berganti pakaian ala dance modern. Musik berubah menjadi disko. Makin energik pula gerakannya.

Musik berhenti lagi. Gerakan energiknya tadi ditutup dengan posisi split. Pononton bertepuk tangan. Tanda Meifadela Banu Trisetyaningtyas sukses unjuk gigi dalam festival dance. Penampilannya dengan memadukan tari tradisional dan modern itu memang terlihat unik.

Dara kelahiran Grobogan, 16 Mei 1999 itu juga demikian. Ketertarikannya dengan dance karena melihat seni ini bisa dikombinasikan dengan tarian tradisional. ”Kita sebagai pemuda tidak boleh melupakan adatnya sendiri. Jadi tari tradisional ini bisa digabungkan dengan musik modern,” ujarnya.

Sejak Sekolah Dasar ia memang sudah aktif dance. Tetapi menginjak SMP ia mulai berpikir untuk banting setir ke tari tradisional. Setelah dicoba ia mulai terpincut dan makin menggelutinya. Karena ia merasa bisa menguasai seni gerak tubuh ini. Hingga ia pernah mengikuti tari kreasi dan mencoba mengombinasikan modern dan tradisional.

Dari hobinya ini sudah berbuah prestasi. Ia pernah meraih juara I tari di kabupaten. Tak hanya itu ia juga dibanjiri job-job tari. Baik di dalam Grobogan maupun luar Grobogan. Dara yang juga hobi bernyanyi ini juga pernah mendirikan sanggar tari di Pati. ”Tetapi sekarang sudah dipegang teman saya. Karena saya sibuk kuliah,” kata mahasiswi semester IV ini.

Melihat atmosfer dance yang begitu berkembang saat ini, ia berpesan agar jangan sampai melupakan tari tradisional. ”Ya jangan hanya dance modern. Tapi cobalah njawani. Di Grobogan kan banyak tari,” ungkapnya. (vah)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia