Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Badan POM Jateng Minta Masyarakat Waspada Obat Ilegal

19 Maret 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: BPOM sosialisasikan pengecekan obat-obat melalui website BPOM.

SOSIALISASI: BPOM sosialisasikan pengecekan obat-obat melalui website BPOM. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GEYER - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat yang ada di Desa Geyer Kecamatan Geyer Minggu (17/3) kemarin. Tujuannya untuk mengawasi banyaknya obat dan makanan yang bahaya bagi kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Pusdatin BPOM Roby Darmawan, Kepala Bala Besar POM Semarang Safriansyah, perwakilan Dinas Kesehatan Grobogan Ni Putu Sri Rahayu hingga tokoh masyarakat Sugeng Prasetyo.

Sosialisasi dengan tema ‘Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan yang Terpercaya Melalui Website BPOM’ itu bertempat di gedung PWRI Geyer.

WASPADA OBAT ILEGAL: Dinas Kesehatan meminta warga untuk waspada beredarnya obat ilegal.

WASPADA OBAT ILEGAL: Dinas Kesehatan meminta warga untuk waspada beredarnya obat ilegal. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Kepala Pusdatin BPOM Roby Darmawan mengungkapkan, saat ini memang masih marak peredaran makanan, minuman, dan obat-obatan yang membahayakan kesehatan masyarakat.

”Jadi harus berhati-hati dan antisipasi apabila membeli dan menemukan makanan dan obat-obatan yang membahayakan. Kalau menemukan bisa langsung melapor ke BPOM,” tegasnya.

Masyarakat diminta mengecek kepemilikan izin edar produk tersebut melalui website. Sebagai masyarakat cerdas harus melakukan cek klik seperti cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum mengkonsumsi.

”Kami juga tak bosan mengimbau agar memilih dan teliti apabila membeli makanan, minuman dan obat. Jangan karena tergiur dengan harga murah, lantas mengabaikan kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga dibekali untuk mengetahui obat-obatan dan juga makanan yang berbahaya untuk tidak dikonsumsi. ”Banyak produk pangan dan obat yang berbahaya. Celakanya ada beberapa brand kenamaan yang dipalsu. Makanya kegiatan sosialisasi semacam ini perlu disuguhkan pada masyarakat luas,” tegasnya.

Sedangkan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Grobogan Ni Putu Sri Rahayu menambahkan, selain dinkes yang terus proaktif melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun toko obat-obatan. Pihaknya berharap melalui pembekalan ini menjadi tanggung jawab bersama, adanya kesadaran masyarakat mengecek secara mandiri melalui website maupun aplikasi BPOM.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia