Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Bus Ziarah Maut, Terguling di Cirebon, Dua Penumpang Meninggal

18 Maret 2019, 12: 31: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

LAKA TUNGGAL: Kondisi bus Putra Pelita Jaya terguling di Jalan Tol KM 222.700 A Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsambung, Cirebon, kemarin.

LAKA TUNGGAL: Kondisi bus Putra Pelita Jaya terguling di Jalan Tol KM 222.700 A Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsambung, Cirebon, kemarin. (FACEBOOK DEVY N)

CIREBON -  Bus Putra Jelita Jaya Nopol K 1599 AL sarat penumpang terguling di ruas Tol Kanci – Pejagan. Dua penumpang bus tersebut meninggal dunia. Bus yang membawa rombongan peziarah asal Jepara tersebut mengalami insiden di KM 227.700 A termasuk Desa Kalimeang, Karangsembung, sekitar pukul  17.15 WIB kemarin.

Data yang berhasil dihimpun Radar, bus tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Saat itu sopir bus, M Tohari, 37, warga Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, diduga kurang antisipasi dan kurang hati-hati sehingga saat tiba di TKP. Bus tersebut mengalami oleng ke sisi kiri dan kemudian terguling dan masuk ke row di sisi jalan tol.

“Kalau untuk penyebab pasti kecelakaan masih kami lakukan pendalaman. Tapi untuk dugaan sementara kecelakaan ini terjadi karena sopir kurang antisipasi dan kurang hati-hati, dalam kecelakaan itu ada dua penumpang meninggal dunia,” ujar Kanit Laka Polres Cirebon, Iptu Endang K saat dihubungi Radar Cirebon, kemarin.

Dijelaskannya, dari hasil pemantauan petugasnya, saat kecelakaan tersebut sedang turun hujan meskipun tidak lebat. Jalan pun lurus dan beraspal bagus sementara lingkungan sendiri kanan kiri lokasi kecelakaan tersebut adalah areal persawahan.

“Dari analisa tersebut besar kemungkinan jika kecelakaan tersebut adalah dari faktor pengemudi yang kurang hati-hati, tapi sekali lagi tetap masih kami lakukan penyelidikan. Saksi-saksi saat ini masih kita mintai keterangan juga,” imbuhnya.

Ditambahkan Endang, identitas dua korban yang meninggal dalam insiden tersebut adalah Moh Dani Abdilah, 9, dan Sugiati, 39, keduanya merupakan warga Desa Bugel, Kedung, Jepara. Sementara untuk korban luka Nurul Afrisah, 30, warga Desa Surodadi, Jepara, Riyanto, 37, warga Desa Bugel, dan Sopiatun, 50, warga Desa Wonosobo, Kecamatan Kedung, Jepara.

“Untuk korban meninggal saat ini dievakuasi ke kamar mayat RS Gunung Jati. Sementara untuk korban luka-luka kami larikan ke RS terdekat. Untuk korban luka saat ini dalam kondisi sadar dan dalam penanganan medis, kategorinya luka ringan,” tambahnya.

Dari pantuan Radar sendiri, kondisi jalan di Tol Kanci – Pejagan arah Jateng dipenuhi banyak lubang. Puluhan lubang tersebut bertebaran dari mulai wilayah Kanci hingga Pejagan, Brebes. Bahkan, keberadaan lubang yang ditambah tidak adanya penerangan jalan membuat jalanan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Erwan A Pamungkas, Kepala Cabang PT Semesta Marga Raya (SMR) yang merupakan pengelola ruas tol tersebut menyebut kategori kerusakan yang terjadi di tol tersebut tidak parah dan masih aman untuk dilintasi.

“Kalau banyak tidak, tapi ya lumayan jumlahnya. Masih aman dilintasi,”ujarnya.

Dikatakannya, Intensitas hujan yang turun membuat jumlah lubang yang ada bertambah semakin cepat sementara AMP (alat yang di dalamnya ada pembuat aspal dan dioperasikan dengan mobil pick up, Red) tidak setiap hari diproduksi.

“Dari pelaksana nutup lubangnya kecil, baru Jumat kemarin bisa nutup lubang dengan kapasitas besar. Ini terus dilakukan dan dilaksanakan,” imbuhnya.

Menurutnya, perbaikan ruas tol tersebut dilakukan oleh vendor dan bukan oleh PT SMR. Pelaksananya adalah PT Adhi Karya.

“Perbaikan tentu seluruhnya, tapi untuk awal kami optimalkan arah Jakarta. Mudah-mudahan cepat selesai,” bebernya.

Sementara itu, salah satu kerabat korban yang selamat, Alfi Reza mengatakan saudaranya warga Desa Bugel diketahui selamat. Ia adalah Siti yang ikut rombongan bus. Usai kejadian, sempat telefon keluarga mengabari kondisinya selamat. “Sempat memberi kabar kalau selamat. Kami bersyukur. Tapi informasi lain kami tidak tahu. Karena hanya beberapa saat ditelfon,” tuturnya. (dri)

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia