Senin, 23 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Features
Puji Rahayu, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah

Siswa Diajak Observasi ke Situs Sejarah, Bikin Video Pembelajaran

18 Maret 2019, 10: 29: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

INTERAKTIF: Puji Rahayu memberikan pelajaran sejarah kepada peserta didik di salah satu kelas SMA Negeri 1 Jepara belum lama ini.

INTERAKTIF: Puji Rahayu memberikan pelajaran sejarah kepada peserta didik di salah satu kelas SMA Negeri 1 Jepara belum lama ini. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Selama menjadi guru, berbagai penghargaan pernah Puji Rahayu terima. Salah satunya mendapat penghargaan terbaik I lomba karya tulis ilmiah guru dalam rangka Lawatan Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Salah satu terobosannya menerbitkan buku yang berjudul Belajar Sejarah dari Lingkungan dan Permainan.

M. KHOIRUL ANWAR, Jepara

SALAH satu kelas X MIPA 2 SMAN 1 Jepara, Muhammad Wildan Khakim As Syafei menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru pengampu mata pelajaran sejarah, Puji Rahayu. Penyebab runtuhnya kerjaan Mataram dijawab dengan lugas oleh Wildan.

Pertanyaan Puji berdasarkan presentasi beberapa siswa yang mendapatkan tugas menjelaskan runtuhnya kerajaan Mataram di  depan siswa lainnya. Satu per satu peserta didik presentasi di depan kelas. Ada yang menjelaskan awal berdiri Kerjaan Mataram. Ada pula yang menjelaskan kejayaan Kerajaan Mataram. Sementara Puji mengamati siswa yang presentasi.

Siswa yang bertugas presentasi semula duduk di di kursi guru. Kemudian berdiri. Berjalan melewati sela-sela baris kursi siswa. Usai peserta didik yang bertugas selesai. Tepuk tangan dari siswa lain mengapresiasi penjelasan teman yang bertugas. “Yang penting siswa bisa aktif menyampaikan materi. Tidak hanya sekadar mendengarkan apa yang saja jelaskan. Mereka malah yang menjelaskan. Saya hanya memancing bagaimana peserta didik ini paham,” katanya usai dijumpai setelah mengajar.

Berbagai prestasi pernah ia raih buah pengabdiannya menjadi pengajar. Di antaranya Guru Berprestasi Kabupaten Jepara 2014 dan 2017. Lalu pada 2015 mendapat penghargaan juara III artikel penelitian tindakan kelas dan juara III lomba inovasi pembelajaran. Terakhir pada 2017 mendapat penghargaan terbaik 1 lomba karya tulis ilmiah guru dalam rangka Lawatan Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Pengalamannya mengajar sejak 1992 membuat perempuan kelahiran Jepara, 20 Desember 1968 ini menyusun formula pembelajaran sejarah yang menyenangkan. Ia memprogramkan kunjungan ke berbagai situs sejarah di Jepara.  Beberapa situs sejarah yang dikunjungi Masjid Mantingan, Makam Daeng Krapyak, Masjid Agung Baitul makmur, Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Museum Kartini, Benteng VOC Jepara, Benteng Portugis, dan Gereja Donorojo.

Dari hasil buah pikirnya mengajak siswa mengunjungi situs sejarah dan menciptakan media pembelajaran dari permainan. Ia merangkumnya dalam sebuah buku. Bukunya berjudul Belajar Sejarah dari Lingkungan dan Permainan. Terbit tahun lalu. Hingga saat ini dijadikan referensi siswa mengkaji sejarah lokal.

“Dalam buku itu tujuan saya menulisnya jadi referensi supaya siswa senang mengikuti pembelajaran. Sedangkan lawatan sejarah untuk mendekatkan siswa dengan lingkungan. Lalu tumbuh rasa bangga sebagai bagian dari Jepara,” ujarnya.

Selain mengajak siswa observasi ke situs sejarah, Puji juga membuat permainan sebagai metode pembelajaran. Ada tiga jenis permainan yang telah ia buat. Di antaranya aplikasi permainan interaktif dan kreatif, monopoli dan kartu sakti, serta puzzle edukasi dengan media video.

Ia juga membuat rangkaian video lepas yang diedit sesuai kebutuhan  untuk mendapatkan gambar yang dibutuhkan sebagai materi pembelajaran. Saat membuat video tentang pengasingan Bung Karno di Bengkulu, ia melibatkan anak-anak teater dan guru pembimbing ekstra kamera. Mereka memperagakan adegan pertemuan Bung Karno dan Fatmawati. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia