Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

PBG dan Radar Kudus Kerja Sama Pelatihan Menulis Artikel Populer

18 Maret 2019, 08: 46: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT MENULIS: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memberikan semangat kepada peserta pelatihan guru menulis artikel di gedung PBG Kudus Sabtu (16/3) kemarin.

SEMANGAT MENULIS: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memberikan semangat kepada peserta pelatihan guru menulis artikel di gedung PBG Kudus Sabtu (16/3) kemarin. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Pusat Belajar Guru (PBG) dan Jawa Pos Radar Kudus bekerja sama berbagi ilmu penulisan kepada para guru di lantai II gedung PBG kemarin. Menulis memang disyaratkan untuk menunjang karir guru. Kegiatan ini digelar dua hari.

Sekitar 100 guru ikut dalam kegiatan ini. Dengan adanya pelatihan ini, tulisan guru bisa dimuat di media cetak. Selanjutnya bisa menghasilkan poin penilaian yang nantinya bisa untuk kenaikan karir.

Sementara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo, Kepala Pengelola PBG Imam Santoso, dan Direktur Jawa Pos Radar Kudus. Sebagai pemateri di hari pertama kemarin, ada Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Kudus Zaenal Abidin dan Endang Siwi Ekoati, kepala SMPN 3 Bae sekaligus penulis dan penggerak literasi. Sedangkan di hari kedua hari ini, pelatihan akan diisi Eko Nur Budi, ketua redaktur jurnal PBG sekaligus guru SMAN 1 Kudus.

Imam Santoso mengatakan, pelatihan menulis ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan secara ilmiah. Baik kepada para guru maupun kepada khlayak luas. Serta mampu menunjang kepangkatan guru.

”Saat ini, program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengharuskan satu guru membuat satu buku. Mau tidak mau guru dituntut menghasilkan karya itu," katanya.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kudus Suharto, mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan guru menulis ini. Ia mengharapkan guru di Kabupaten Kudus bisa lebih eksis lewat karya tulisnya.

”Dengan menulis selain bisa menunjang kepangkatan guru, nilai positif lainnya mampu eksis dengan memberikan pesan poitif lewat sebuah tulisan,”ungkapnya.

Zainal Abidin memberikan treatment yang apik dan enak dicerna kepada guru yang hadir pagi itu. Ia mengatakan, menulis tak melulu soal gagasan yang rumit. Bahan tulisan bisa didapatkan dari kegiatan sehari-hari. Dari hal terkecil yang ada di sekitar lingkungan.

Zainal juga memberikan trik kepada peserta untuk meluangkan waktu setiap hari membaca artikel atau buku. Dari situlah kemampuan penulisan mampu terasah dengan baik. Selain itu, ia juga memberikan teknik dan penciptaan ide tulisan.

”Bapak-ibu guru untuk meningkatkan kemauan menulis, anggaplah menulis itu sebagai cinta bapak-ibu kepada istri atau suami. Maka dari situlah akan menepis keraguan untuk menulis,” ujarnya.

Antusiasme ditujukan peserta pelatihan. Di antaranya banyak peserta yang bertanya. Di antaranya, Erna 42, guru SMA 2 Bae. Ia mengaku sangat tertarik mengikuti kegiatan ini. Dia juga ingin eksis dengan tulisannya dimuat di media cetak, terutama di Jawa Pos Radar Kudus. Ke depan ia ingin menularkan ilmu menulisnya kepada muridnya di sekolah.

”Lewat tulisan saya bisa berbagi kepada siapapun, terutama murid saya. Semoga ke depan bisa mengajarkan materi ini (penulisan, Red) di sekolah,” ungkapnya. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia