Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Jelang Unas, 26 Ribu Siswa Zikir di Alun-Alun

18 Maret 2019, 08: 27: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

DOA JELANG UNAS: Puluhan ribu pelajar dari SD, SMP, dan SMA sederajat mengikuti istighotsah dan doa bersama di Alun-alun Simpang 7 Kudus Sabtu (16/3) kemarin.

DOA JELANG UNAS: Puluhan ribu pelajar dari SD, SMP, dan SMA sederajat mengikuti istighotsah dan doa bersama di Alun-alun Simpang 7 Kudus Sabtu (16/3) kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sekitar 26 ribu siswa-siswi di Kudus yang akan mengikuti ujian nasional (unas) mengikuti zikir dan doa bersama di Alun-alun Simpang 7 Kudus Sabtu (16/3) kemarin. Peserta zikir terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan SMK sederajat. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Kudus dalam rangka menguatkan mental siswa untuk menghadapi unas.

Para siswa berpakaian serba putih. Mereka terlihat sudah mulai memadati alun-alun sejak pukul 05.00. Tanpa harus menunggu banyak aba-aba dari panitia, mereka dengan tertib menempatkan diri. Duduk rapi di atas gelaran alas dari plastik.

Meskipun sebelumnya di sekolah diumumkan tentang adanya kegiatan ini, namun kedatangan mereka murni karena keinginan sendiri. Tak ada paksaan maupun intervensi dari pihak manapun. Hal ini diungkapkan oleh Suci, siswa kelas XII SMA 2 Kudus.

”Sekolah tidak mewajibkan. Tapi, karena kami ingin bisa lancar saat ujian nanti, maka kami akan berdoa di sini,” katanya.

Saat zikir dan doa yang dipimpin oleh KH Hamdani dimulai, mereka tampak khusuk melantunkan kalimat-kalimat thoyyibah yang tertulis di atas selembar kertas. Bahkan, beberapa dari mereka tampak menitihkan air mata.

Sanusi, ketua panitia mengatakan, dalam acara yang juga dihadiri Bupati Kudus M Tamzil dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) ini, diikuti sekitar 26.200 siswa-siswi. Dengan rincian, sekitar 9.300 siswa SD, 7.300 siswa SMP, 5.300 siswa SMK, dan 3.200 siswa SMA. ”Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan AGPAI,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, harapannya tidak ada kendala yang berarti dan siswa bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dari ujian. Kegiatan ini juga sebagai tekad bersama untuk membawa Kudus lebih dinamis dan religius.

Sementara itu, Bupati Kudus M Tamzil berpesan kepada siswa agar meninggalkan gadget untuk sementara waktu. Dengan begitu, ia berharap para siswa bisa lebih konsen mempersiapkan unas. ”Kuncinya jangan grogi menghadapi ujian. Ketika kita berusaha maksimal dan berdoa, hasilnya tidak akan mengecewakan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, puluhan ribu siswa juga turut mendoakan korban penembakan di Selandia Baru. Terkait hal ini, Tamzil mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tidak terprofokasi dengan masalah ini.

”Sebagai umat muslim di Kudus tidak boleh terpancing. Kita doakan agar diberikan keselamatan,” imbuhnya. 

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia