Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Features
Ahmad Ulil Rosyad, Penghobi Ikan Koi di Kudus

Punya 39 Jenis, Satu Koi Ada yang Seharga Rp 70 Juta

18 Maret 2019, 08: 15: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

PERCAYA BAWA HOKI: Ahmad Ulil Rosyad menunjukkan trofi juara ikan koinya.

PERCAYA BAWA HOKI: Ahmad Ulil Rosyad menunjukkan trofi juara ikan koinya. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Bagi sebagian orang, mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli ikan harus berpikir berkali-kali. Namun, bagi penghobi ikan koi, hal itu tak masalah. Seperti yang dilakukan Ahmad Ulil Rosyad. Dia kini sudah punya koleksi 39 jenis koi. Satu ekor koi ada yang seharga Rp 70 juta. Koi koleksinya juga berprestasi hingga tingkat nasional.

GALIH ERLAMBANG WIRADINATA, Kudus

DI beranda rumah kakak Ahmad Ulil Rosyad, gemericik air kolam dan hidangan kopi tersaji sebagai pelengkap senja Jumat (16/03) lalu. Mata juga tampak termanjakan dengan warna dan corak ikan koi koleksi Ahmad Ulil Rosyad yang akrab disapa Ulik itu.

Ulik memiliki koleksi 36 jenis ikan koi. Mulai dari lokal hingga impor. Kolam ikan pun punya dua. ”Satu kolah berada di rumah kakak saya dengan ukuran 6x5 meter. Sedangkan yang satu lagi kecil, berukuran 2x3 meter berada di rumah,” ungkapnya.

Pria berumur 31 tahun itu, memulai hobinya mengoleksi ikan koi sejak 2016 lalu. Saat itu ia pernah melakukan kesalahan perawatan. Dari salah membuat kolam sampai hingga ikan seharga Rp 7 juta mati terserang penyakit. ”Dari situ saya terus belajar, hingga saya bisa menciptakan koi yang berkualitas baik,” katanya.

Ulik menunjukan koleksi ikan koi impornya. Jenis Showa. Ia rela merogoh kocek hingga Rp 40 juta. Kemudian jenis koi Kohaku ia mengeluarkan uang Rp 27 juta. Jenis Sanke dulu ia membelinya seharga Rp 21 juta. Ketiga jenis koi tersebut merupakan kesayangannya.

Ulik yang tergabung dalam komunitas Muria Raya Koi Club ini, sering menjadwalkan hunting ikan bersama rekannya. Terkadang ia melakukan hunting seminggu sekali. Bahkan, ia pernah hunting sampai ke Jepang. Hal itu demi mendapatkan koi yang berkualitas super.

Untuk perawatan ikan koinya tersebut. Ulik mengaku menggunakan pakan impor. Memang mahal. Harganya Rp 3 juta. Pemberian makan saja ia harus merogoh kocek Rp 7 juta per bulan. Itu dilakukan untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Mulai dari corak, ukuran, dan warna koi.

”Saya harus perhatikan sedetail mungkin. Mulai dari air, suhu kolam, dan filter kolam,” ungkapanya.

Tak main-main, Ulik juga menambahkan jenset untuk menjaga filter tetap menyala saat listrik mati. Alasan itu dilakukan agar ikan kesayangannya tak kolaps. Ia sudah hampir mengeluarkan biaya Rp 75 juta untuk membangun kolam koi tersebut.

Ia pun sempat disuruh berhenti oleh istrinya menekuni hobinya yang mahal itu. Namun, Ulik menolak. Dia beralasan koi mampu mendatangkan rejeki bagi pemiliknya.

Dia pun menjawab keraguan istrinya itu. Koi jenis Showa mampu menembus harga jual Rp 70 juta. Bahkan, koi koleksinya itu mampu memenangkan kejuaran tingkat nasional. Pada 2018 dia menjuari All Indonesia Koi Show. Ulik mendapatkan podium I dan II. Sedangkan di Temanggung ia mampu meraih Anggrek pres I. Tahun ini, Ulik berambisi bisa meraih grand camphion di Kota Solo nanti. Karena itu merupakan penghargaan bergengsi tingkat nasional.

”Selama saya main koi, alhamdulillah saya tak pernah jual ikan ketika ingin membeli ikan baru. Itulah koi, sering disebut membawa rezeki,” ungkapnya.

Dia mengaku, saat ini perkembangan penghobi koi di Kudus sangat banyak. Banyak sebagian orang yang ingin tau lebih tentang koi.

Selain merambahnya penghobi koi di Kudus, dia berkeinginan membuat acara koi show dalam waktu dekat. Acara ini nantinya tingkatnya nasional. ”Insya Allah akhir tahun kami nanti kami gelar koi show di Kudus. Sebelumnya, kami juga membuat latber (latihan bareng) tingkat Jawa Tengah di GOR Bung Karno pekan lalu,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia