Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Komisi C DPRD: Dukungan Pemda Jadi Kunci Majunya Pembangunan Kampung

16 Maret 2019, 13: 33: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

BANGUN KAMPUNG: Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Joni saat berkunjung di kampung markisa di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatna Karawaci, Kota Tanggerang pertengahan bulan lalu.

BANGUN KAMPUNG: Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Joni saat berkunjung di kampung markisa di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatna Karawaci, Kota Tanggerang pertengahan bulan lalu. (DOKUMEN DPRD PATI)

Share this      

KOTA – Peran pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam pembangunan sebuah kampung yang maju. Kesimpulan itu diperoleh Komisi C DPRD Kabupaten Pati saat mengunjungi kampung asri nan hijau di tengah kota di Tangerang pertengahan bulan lalu.

Kunjungan itu dilakukan ke sebuah kampung bernama Markisa yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Markisa akronim dari Mari Kita Bisa. Di kampung itu, pemukiman penduduk yang padat dan berada di tengah kota masih terlihat asri, hijau dan nyeni.

”Lingkungannya bersih, dan rapi. Warganya juga terlihat kreatif. Hal itu terlihat dari banyak tembok-tembok kosong yang menjadi sasaran mural. Banyak pula tanaman-tanaman di tiap rumah. Selain bersih, kampung padat penduduk itu terlihat hijau dan segar,” terang Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Joni Kurnianto mengagumi tempat yang sebelumnya telah viral di media sosial tersebut.

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Komisi C mengajak serta instansi terkait. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bappeda, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perhubungan dan  juga Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di area kampung itu juga, ada tempat pertemuan dan ruang semacam galeri untuk memajang hasil kreatifitas warga setempat, yang membuat berbagai kerajinan dari barang bekas atau limbah seperti sendal dan tas dari plastik bekas, lukisan sketsa wajah, dan kaligrafi dari lumpur juga ada termasuk jenis kerajinan lainnya berbahan botol bekas air mineral dan ban bekas.

Lebih lanjut, Joni menceritakan, dulunya sebelum menjadi kampung yang bersih, dan seasri sekarang, kampung markisa ini adalah salah satu lokasi pemukiman warga yang kumuh. Namun karena ada kesadaran, dan upaya yang positif dari warganya, akhirnya Kampung Markisa sekarang ini jadi percontohan daerah lainnya dalam hal kebersihan.

Menurut warga setempat, masih kata Joni, dulunya kampung ini sangat kumuh dan suasananya tidak nyaman karena banyak sampah dibuang sembarangan. Namun berkat kesadaran warga yang ingin merubah tempat tinggalnya agar menjadi bersih, mereka akhirnya membentuk kelompok kebersihan di setiap RT.

Selain kesadaran dari warga, dukungan dari pemerintah daerah juga berperan untuk mewujudkan Kampung Markisa hingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Wujud dukungannya antara lain adalah memberikan fasilitas untuk penampungan sampah, termasuk selalu memberi edukasi dan motivasi kepada warga agar selalu senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban di tengah masyarakat.

”Dukungan seperti itulah yang akan kami tiru untuk diterapkan di Kabupaten Pati nantinya. Bahkan Wali Kota Tangerang menyuruh agar setiap kantor dinas untuk menyelenggarakan rapat-rapat di Kampung Markisa ini,” imbuhnya.

Menurut Joni, cara-cara tersebutlah yang dapat diadopsi oleh penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Pati untuk membantu upaya warganya yang memiliki kegiatan positif.

”Kedepan kami juga akan mencoba untuk menciptakan semacam Kampung Markisa di Kabupaten Pati. Tentunya dengan kunjungan kerja kali ini banyak oleh-oleh berupa pelajaran mengenai konsep pengembangan kampung kumuh dan padat penduduk menjadi hunian yang nyaman. Bersih, hijau, dan tentunya asri,” papar Joni.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia