Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Kadisparbud Pingsan saat Apel Pencanangan HUT Jepara, Lalu Meninggal

16 Maret 2019, 12: 47: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

DIDUGA SERANGAN JANTUNG: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Basuki Wijayanto dibopong beberapa pejabat setelah menghentikan bacaan laporan penyelenggaraan HUT ke-470 di Alun-alun Jepara kemarin.

DIDUGA SERANGAN JANTUNG: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Basuki Wijayanto dibopong beberapa pejabat setelah menghentikan bacaan laporan penyelenggaraan HUT ke-470 di Alun-alun Jepara kemarin. (DISKOMINFO JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Tragedi terjadi saat apel pencanangan penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-470 Kabupaten Jepara dan Hari Kartini di alun-alun kemarin. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jepara Basuki Wijayanto pingsan di tengah membacakan laporan pencanangan penyelenggaraan HUT Kabupaten Jepara. Dia akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini Jepara.

Awalnya, pada pukul 06.45 apel dimulai seperti biasa. Petugas upacara saat itu dari Disparbud Jepara. Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disparbud Florentina Budi Kurniawati bertindak sebagai pemimpin apel. Sedangkan Bupati Ahmad Marzuqi bertindak sebagai pembina apel.

Usai laporan pemimpin apel, sekitar pukul 06.50 dilanjutkan laporan pencanangan penyelengaraan Hari Jadi Jepara dan Hari Kartini 2019 oleh Basuki Wijayanto. Awalnya, pembacaan laporan berjalan biasa saja. Namun, saat pembacaan memasuki lembar keempat atau tepatnya pada laporan rangkaian kegiatan, tiba-tiba terhenti sekitar lima detik. Padahal laporan itu masih ada empat lembar lagi atau totalnya delapan lembar.

Basuki terlihat membungkuk sambil memegang dada kirinya. Raut mukanya meringis. Namun, dia masih tetap mencoba berdiri di tengah lapangan. Setelah selang beberapa detik dia mengatakan sudah tidak kuat melanjutkan. ”Ehem, saya sudah tidak kuat,” kata Basuki pelan.

Melihat kejadian itu, Wakapolres Jepara Kompol Pranandya Subiyakto yang berada di barisan pimpinan perangkat daerah berlari ke tengah lapangan. Lalu menghampiri dan merangkul Basuki.

Dia dipapah dibantu berjalan meninggalkan arena apel. Baru beberapa langkah, terlihat ia sudah tidak mampu melangkah.

Kemudian Asisten III Setda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dishub Deni Hendarko, serta peserta upacara yang berada di depan berlari menghampiri Basuki yang dipapah wakapolres. Lalu, mereka membopong Basuki keluar lapangan. Kemudian ditandu ke dalam mobil ambulans untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini Jepara.

”Pak Basuki terlihat pucat dan lemas. Saat saya bopong ke luar lapangan, nafasnya sudah megap-megap dan suaranya sudah grok... grok...,” kata Wakapolres Jepara Pranandya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tidak sempat terjadi kekacauan dalam upacara tersebut. Laporan kegiatan kemudian dilanjutkan dibacakan Asisten 3 Setda Jepara Edy Sujatmiko.

Sesampainya di RSUD RA Kartini, Basuki sudah tidak sadarkan diri. Sesuai prosedur pemeriksaan paru-paru dan jantung dilakukan tim medis. Kondisi Basuki sempat membaik. Namun, tidak lama kondisi jantungnya kembali melemah. Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.20.

Menurut Direktur RSU Kartini Jepara Dwi Susilowati, Basuki meninggal lantaran penyakit jantung. ”Jantung dan paru-paru sudah kami periksa,” katanya.

Sementara itu, salah satu staf Disparbud Jepara Windi Novia Ratri Wardhani, mengatakan, beberapa hari yang lalu Basuki sempat memberikan pesan kepadanya. ”Tiba-tiba dalam sebuah kesempatan Pak Basuki berpesan begini: ’Kalau bekerja pakai hati. Pekerjaan itu tentang rasa. Teruslah memberikan yang terbaik’,” katanya menirukan pesan dari Basuki.

Menurutnya, sosok Basuki adalah pemimpin yang melayani dengan hati. Tidak pernah menunjukkan raut muka galak dan marah. ”Saya bersaksi beliau orang baik,” ujarnya. Dia menambahkan, memang Senin lalu Basuki mengeluhkan sesak nafas. Lalu Selasa minta teman staf untuk memijat.

Sementara itu, informasi meninggalnya Basuki diterima Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat hendak melepas peserta jalan sehat pencanangan HUT Jepara. Dia kemudian menyusul ke RSU Kartini Jepara. ”Kita doakan, semoga beliau diterima di sisi Allah SWT,” kata Marzuqi.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia