Minggu, 20 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Jadi Programmer Itu Mudah

16 Maret 2019, 11: 50: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

Arifatul Ma’rifah, S.Kom.; Guru Mapel Multimedia SMKN 1 Purwodadi Kabupaten Grobogan

Arifatul Ma’rifah, S.Kom.; Guru Mapel Multimedia SMKN 1 Purwodadi Kabupaten Grobogan (dok pribadi)

Share this      

MENDENGAR kata programmer pasti langsung ingat dengan komputer. Walaupun komputer telah diperkenalkan pada era revolusi industri 3.0, namun di era revolusi industri 4.0 di mana tren pertukaran data dan kecerdasan buatan lebih ditekankan. Itu menjadikan programmer bisa jadi salah satu pekerjaan yang menghasilkan bagi siapapun yang menyukai bidang komputer dan informatika.

”Setiap orang di seluruh dunia perlu belajar bagaimana cara memrogram komputer, karena hal tersebut mengajarimu bagaimana cara berpikir”. Itu pernyataan Steve Job, pendiri Apple, perusahaan komputer dengan wilayah operasi berada di seluruh dunia yang menghasilkan laba triliunan rupiah pertahunnya.

Programmer menurut Wikipedia adalah profesi menulis program menggunakan bahasa pemrograman seperti Perl, Java, C++, Pyhton, Visual Basic, dan lain-lain. Dengan menulis program akan tercipta perangkat-perangkat lunak yang bisa digunakan oleh semua orang. Banyaknya jenis software menjadikan profesi penulis program ini, memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk berkreasi.

Facebook contoh aplikasi yang dibuat Mark Zuckenberg di kala kuliah. Di usia 19 tahun menjadikannya salah satu orang kaya dengan penghasilan 62.6 billion USD atau sekitar Rp 895 miliar di bulan Februari 2019 (Wikipedia, 2019). Atau lihatlah Yuma Soerianto programmer cilik, di usia 10 tahun telah menghasilkan lima aplikasi hingga memukau seorang Tim Cook, bos Apple.

Yang diperlukan saat menulis program adalah memahami algoritma atau penyelesaian masalah. Dan di kehidupan sehari-hari banyak sekali masalah yang seolah memanggil untuk diselesaikan. Facebook diciptakan dengan ide untuk membuat buku direktori atau halaman perkenalan bagi semua mahasiswa secara online. Sebab, di kala penciptanya kuliah dia tidak dapat menemukan informasi terbaru tentang mata kuliah tempatnya kuliah secara online.

Tak harus menjadi seorang ahli untuk bisa menulis program dan menghasilkan program yang berguna bagi orang lain. Apalagi seiring berkembangnya dunia digital, makin banyak diciptakan bahasa pemrograman yang dirancang untuk pemula. Sehingga tak perlu lagi berkutat dengan kode-kode dan logika yang memusingkan.

Bila bagi sebagian orang, pemrograman seperti menyelesaikan matematika dan logika yang rumit. Namun, hal ini dapat diatasi dengan makin banyaknya software-software untuk belajar pemrograman atau situs-situs pembelajaran online yang mampu membantu seseorang yang tertarik belajar coding dengan cara yang menyenangkan.

Salah satu contohnya adalah App Inventor. Merupakan aplikasi web sumber terbuka yang awalnya dikembangkan oleh Google dan saat ini dikelola Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dengan aplikasi ini, seseorang dapat membuat aplikasi perangkat lunak pada sistem operasi android. Seperti karya programmer cilik yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dari Garut. Mereka menciptakan aplikasi Buku Tamu Android yang mampu membawa mereka menjuarai pameran INAICTA 2014 kategori SD-SMP.

Selain itu, konten-konten game yang digunakan untuk belajar pemrograman secara menyenangkan dan mengasyikkan sudah banyak ditemukan di situs-situs tak berbayar alias gratis. Seperti situs www.codingame.com. Situs ini mengajak para developer muda bermain dengan pemrograman melalui teka-teki yang semakin sulit tiap levelnya. Laman yang mendukung pemrograman dengan 25 bahasa pemrograman ini, memungkinkan pengembang diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan IT berdasarkan kinerja mereka selama bermain.

Maka menjadi programmer yang dibutuhkan adalah kemauan, laptop, dan akses internet. Tak perlu keluar rumah, hanya perlu komputer atau laptop. Tak perlu kuliah di jurusan IT, karena belajar sekarang ini tidak hanya didapat dengan duduk di bangku sekolah maupun perkuliahan. Tak perlu keluar uang banyak untuk mempelajari, hanya butuh kuota untuk akses internet. Yang didapatkan adalah pekerjaaan yang tidak terbatas ruang dan waktu, penghasilan yang bisa kita tentukan besarannya, karena semakin besar dan kompleks sebuah program yang dibuat tentu semakin mahal harganya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia