Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bantuan Tak Tepat Sasaran, Wagub Jateng Turun ke Lapangan

16 Maret 2019, 08: 17: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan keterangan pers saat sosialisasi bantuan untuk warga miskin di Kabupaten Pati.

SOSIALISASI: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan keterangan pers saat sosialisasi bantuan untuk warga miskin di Kabupaten Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Perolehan bantuan kepada warga miskin masih banyak yang tak tepat sasaran. Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin gencar turun ke lapangan untuk menyosialisasikan sistem layanan rujukan terpadu (SLRT), seperti di Kabupaten Pati, Kamis (14/3) kemarin.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Wakil Bupati Kudus Hartopo. Serta beberapa pejabat di eks-Karesidenan Pati dan Semarang. Menurut Wagub sistem SLRT sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Gunanya selain untuk mendata warga miskin tepat sasaran. Juga, mendapat layanan secara menyeluruh serta mendukung masyarakat miskin untuk menjadi data ke pemerintah pusat menjadi rujukan.” Saat ini di Jawa Tengah baru ada beberapa yang sudah menerapkan sistem tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Tak hanya itu, sistem tersebut sangat dibutuhkan karena selama ini data bantuan tak jarang membuat masalah. Misalnya, data warga miskin yang belum tepat. Maka dari itu, sistem ini sangat penting untuk diterapkan. “Tak hanya bantuan sosial saja. Melainkan juga ada soal bisnis. Masyarakat diajak untuk melek dengan pemberdayaan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengentas kemiskinan,” katanya.

Lebih lanjut, terkait hal itu, Wagub Taj Yasin berharap komitmen para kepala daerah. Kepala daerah baik bupati dan walikota sampai kepala desa diharap mau turun untuk serius mengentaskan kemiskinan.

”Hilangkan ego sektoral kepala daerah. Semua harus serius menekan angka kemiskinan. Semua harus berkomitmen,” tegas Taj Yasin.

Senada dengan semangat Wagub Taj Yasin,  Wakil Bupati Saiful Arifin mengungkapkan, melalui Gerakan Noto Projo Mbangun Deso yang merupakan gerakan pembangunan untuk menata dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dimulai dari tingkat desa.

Realisasi gerakan Noto Projo Mbangun Deso telah memberikan dampak pada kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, kesehatan, pertanian, UMKM serta kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga dapat dilihat dari angka kemiskinan yang menurun signifikan, yang mana tahun 2017 angka kemiskinan masih sebesar 11,38 persen sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 9,90 persen. “Inilah bukti nyata  keberhasilan program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pati. Kami sebagai kepala daerah terus berkomitmen untuk menekan kemiskinan seperti dijelaskan Wakil Gubernur,” ungkap Safin.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto mengatakan, saat ini baru 8 kota/kabupaten yang baru menerapkan SLRT. Ia berharap sistem ini dapat menjadi akurasi data warga miskin berkaitan dengan bantuan.

”Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Bahkan pemprov menargetkan angka kemiskinan turun diangka 7,88 persen pada akhir tahun 2023 mendatang,” jelasnya. 

(ks/aua/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia