Selasa, 17 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Suami Habisi Istrinya hingga Tewas, 20 Adegan Diperagakan

15 Maret 2019, 13: 56: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

MENYESAL: Sugeng, 38, tersangka KDRT kepada istrinya hingga meninggal menjalani rekonstruksi di rumahnya di Desa Lambangan, Undaan, Kudus, kemarin.

MENYESAL: Sugeng, 38, tersangka KDRT kepada istrinya hingga meninggal menjalani rekonstruksi di rumahnya di Desa Lambangan, Undaan, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Polres Kudus menggelar rekonstruksi atas meinggalnya Dewi Murtosiyah, 22, kemarin. Dia merupakan korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri, Sugeng, 38, di Desa Lambangan, Undaan, Jumat (8/2) lalu.

Rekonstruksi dilakukan di rumah Sugeng yang berada di Gang 9, RT 2/RW 2, Desa Lambangan, Undaan. Ada sekitar 20 adegan yang dilakukan tersangka saat rekonstruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

Dalam rekonstruksi ini, korban digantikan Bripda Azzyati Husna dari Unit 4 PPA Satreskrim Polres Kudus. Tim Inafis Polres Kudus dan perwakilan kejaksaaan serta beberapa saksi turut dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

Sekitar satu jam sebelum rekonstruksi digelar, beberapa warga terlihat berkumpul di sekitar kediaman Sugeng. Setelah lokasi mulai disterilkan dengan dipasangi garis polisi, warga semakin banyak yang datang. Halaman rumah korban juga tampak dipasangi garis polisi.

Tak lama setelah lokasi disterilkan, Sugeng terlihat datang memakai baju tahanan berwarna biru. Berjalan dari dari mobil menuju rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dengan penjagaan ketat dari tim Polres Kudus.

Raut kesedihan dan penuh penyesalan tergambar di muka pria bertubuh kurus itu. Sumi, 70, ibu Sugeng menyambut kedatangannya tepat di depan pintu rumahnya. Begitu sampai di depan ibunya, Sugeng bersujud dan bersimpuh mencium kaki ibunya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, mengungkapkan, rekonstruksi yang dilakukan sudah sesuai dengan pernyataan tersangka. Tidak ada sanggahan ataupun penambahan adegan yang baru terungkap saat rekonstruksi. ”Semua sudah sesuai keterangan tersangka,” terangnya.

Dari hasil penyidikan, Rismanto menyimpulkan jika pelaku memang secara spontan membunuh korban yang juga istrinya tersebut. Faktor ekonomi dan emosional tersangka adalah penyebab Sugeng membunuh Dewi. Sebab, Sugeng sebelumnya membiayai persalinan Dewi secara caesar dan menghabiskan biaya belasan juta. Selain itu, faktor internal keluarga juga jadi penyebabnya. ”Murni spontan, tidak ada tanda-tanda perencanaan,” terangnya.

Dengan raut yang sedih dan penuh penyesalan, Sugeng mengakui kejengkelannya terhadap istri yang baru dinikahinya sekitar setahun itu. Tindakan bejat yang dilakukan terhadap istrinya itu, dilakukan karena kesal sering diperintah korban. ”Saya kesal diperintah-perintah. Kesal, capek,” ucap Sugeng.

Kini, Sugeng mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan kepada istrinya. ”Saya menyesal,” ungkapnya sambil menyeka air mata.

Fakta lain ditemukan oleh Jawa Pos Radar Kudus tentang penyebab kekesalan Sugeng terhadap istrinya. Sumi, ibu Sugeng membeberkan cerita yang menjadikan perubahan sikap anaknya terhadap menantunya itu.

Dalam cerita Sumi, psikis Sugeng berubah sejak anak perempuan buah cinta dengan istri pertamanya menghilang. Ia lupa persisnya, namun Sumi ingat cucunya tak pulang ke rumah sejak sekitar awal Januari 2019 lalu. Tak ada yang tahu kemana perginya anak kesayangan Sugeng itu.

”Katanya teman mainnya pergi dijemput ibunya,” katanya pelan sambil memegang foto keluarga kecil Sugeng.

Sejak itulah, Sugeng selalu memikirkan cucunya yang kini berusia sekitar sembilan tahun itu. Sumi menduga hal inilah yang menjadikan anaknya menjadi ringan tangan kepada istrinya. Meskipun diakuinya menantunya tersebut tak pernah sekalipun mengeluh kepadanya.

”Sejak anaknya hilang, Sugeng seperti stres. Setiap hari yang dipikirkan selalu anaknya itu. Jadi mungkin stres, capek, dan kekesalannya dilampiaskan ke istrinya,” katanya. Hal ini dibenarkan Sugeng, hingga saat ini pun ia masih memikirkan anaknya yang belum juga kembali kepadanya.

Selain melakukan rekonstruksi, polres juga mengumumkan hasil otopsi jasad Dewi Murtosiyah, 22, kemarin. Dari hasil otopsi yang dilakukan pada Minggu (17/2) lalu itu, ditemukan 18 titik luka pada jasad korban.

AKP Rismanto mengungkapakan, beberapa titik diantaranya luka pada leher dan paru-paru diyakini keras menjadi penyebab kematiannya. ”Sehingga menimbulkan gangguan pernafasan dan akhirnya meninggal,” jelasnya.

Rismanto merinci terdapat luka memar di beberapa bagian tubuh. Luka lecet juga ditemukan pada punggung dan lengan bawah kanan sisi luar. Pada paru-pari bagian tengah juga mengalami luka robek dan terjadi pendarahan pada rongga dada sebelah kanan. ”Ditemukan juga resapan darah pada kulit leher bagian dalam, tenggorokan bagian atas, dan otot dada bagian kanan,” jelasnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia